Jangan Sampai Gagal, Begini Kunci Sukses Bisnis Clothing

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 07:30 WIB
Jakarta -

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba bisnis clothing, tak ada salahnya berguru dengan ahlinya, Dendy Darman yang merupakan seorang kreator dan salah satu Founder dari UNKL347.

Pengalamannya tak perlu diragukan lagi, sebab dia sudah berkecimpung menjalani bisnis clothing sejak 1996. Jadi apa kunci keberhasilan bisnis clothing? Dari segi modal sebenarnya sangat fleksibel, tergantung ingin memproduksi sebanyak apa.

"Sekarang biaya itu relatif sebenarnya, lu bikin produk 2 biji, 1 biji aja bisa sebenarnya. Itu yang kita lakukan dulu," katanya dalam program dMentor kemarin Rabu (2/6/2021).

Tapi idealnya, siapkan dana untuk membuat desainnya, membuat beberapa lini produk, dan menyiapkan trademark yang ada di baju.

"Habis itu lu baru masuk ke produksi produk, lu mau bikin berapa nih quantity-nya. Kalau normal sekarang sih pasti minimal kalau t-shirt itu harusnya minimalnya 5 lusin, misalnya seperti itu," tuturnya.

Tentu saja, di era digital saat ini, Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk. Tapi perlu diingat, produk di dalam foto harus sesuai kondisi aslinya. Jangan sampai konsumen kecewa karena barang tidak sesuai gambar.

Kemudian, jangan sampai desain clothing monoton alias itu-itu saja. Harus ada penyegaran dari waktu ke waktu. Tips yang dia terapkan soal itu adalah dengan melakukan pergantian desainer secara berkala.

"Studio desain kita itu pergantian desainernya, keluar masuk desainnya kita atur bagaimana dia update. Jadi bagaimana caranya kita bisa ada input dari desainer-desainer baru yang mungkin ide-idenya gua pun nggak pernah terbayang sebelumnya," jelas Dendy.

Tak kalah pentingnya adalah memastikan kecukupan suplai bahan. Lanjut dia, ciri khas brand yang dibangun juga penting untuk dipikirkan.

Dalam memasarkan produk, UNKL347 melakukan pendekatan dengan berbagai komunitas, mulai dari musik hingga skateboard. Dia menyebutnya silaturahmi dengan komunitas.

Jangan pula alergi dengan persaingan di industri clothing. Tak dapat disangkal persaingan makin ketat. Tapi, menurut Dendy, kalau dari segi desain seharusnya persaingan menjadi pemacu untuk banyak belajar.

"Jadi banyak referensi, jadi lebih cepat maju lah. Tapi kalau secara industrinya, secara marketnya mungkin itu bisa dibilang harus ekstra, karena sekarang itu bagaimana sih caranya kita bisa tetap survive dengan kondisi yang sekarang," tambahnya.

(toy/das)