Prabowo Usul Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun, Menteri Era Soeharto Kritik Keras

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 11:33 WIB
Emil Salim
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Guru Besar Emeritus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Emil Salim ikut mempertanyakan rencana anggaran belanja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mencapai Rp 1.788 triliun. Pertanyaan ini disampaikannya melalui akun Twitter pribadinya @emilsalim2010 pada tanggal 2 Juni 2021.

"Ketika rakyat sedang bergumul dgn pandemi Covid19 yg belum tertundukkan, krisis ekonomi yg masih merajalela sehingga derita rakyat belum tertanggulangi, urgenkah belanja senjata ABRI SEKARANG Rp. 1750 triliun rupiah? Adakah studi kelayakannya dan rencana utuh di Bappenas?," cuit Emil lewat akun Twitter @emilsalim2010 yang dikutip, Kamis (3/6/2021).



Seperti diketahui, Kemenhan berencana membeli alutsista TNI. Rencana pembelian alutsista itu tertuang dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam).

Dalam perpres tersebut tertulis Menteri Pertahanan Prabowo Subianto adalah orang yang merancang kebutuhan Alpalhankam Kemenhan dan TNI.

Dalam rancangan perpres itu tertulis angka yang dibutuhkan untuk membeli alutsista adalah US$ 124.995.000, yang jika dikonversikan ini sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (kuadriliun). Anggaran ini meliputi untuk akuisisi Alpalhankam sebesar US$ 79.099.625.314, untuk pembayaran bunga tetap selama 5 Renstra sebesar USD 13.390.000.000, untuk dana kontingensi serta pemeliharaan dan perawatan Alpalhankam sebesar US$ 32.505.274.686.

Simak Video: Prabowo soal Anggaran Rp 1,7 Kuadriliun: Banyak Alutsista Sudah Tua

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)