Menkop UKM Gandeng Ikatan Alumni Unibraw Bangun UMKM Masa Depan

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 17:46 WIB
Kemenkop UKM
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak Ikatan Alumni Universitas Brawijaya untuk berkolaborasi bersama pemerintah menyiapkan Future SMEs atau UMKM masa depan berdaya saing tinggi.

Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Unibraw di Jakarta hari ini.

"Produk yang dihasilkan koperasi dan UMKM kita harus masuk ke rantai pasok industri nasional maupun global," ujar Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).

Teten menjelaskan ada banyak ide dan gagasan besar dapat tumbuh dalam membangun Future SMEs. Namun, hal ini memerlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

"Kita akan melakukan pendekatan profesional dengan inkubator perguruan tinggi dan pihak swasta. Salah satunya, MoU dengan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya," paparnya.

Ke depan, Teten menyampaikan pemerintah juga akan membangun kewirausahaan secara by design berdasarkan potensi yang dimiliki dan SDM unggul. Dengan demikian, UMKM di Indonesia dapat berdaya saing tinggi.

"Kalau tidak begitu, sampai kapan pun UMKM kita tidak akan pernah bisa bersaing," ucap Teten.

Tak hanya itu, Teten menambahkan pihaknya juga akan memberlakukan insentif pajak dan kebijakan upah bagi usaha besar yang berkolaborasi dengan UMKM.

"Itu sudah tertuang dalam UU Cipta Kerja," kata Teten.

Menurut Teten, saat ini seluruh pihak perlu segera mendorong UMKM untuk masuk ke rantai pasok, khususnya industri elektronik, otomotif, dan lainnya.

"Jadi, Future SMEs yang kita dorong itu UMKM yang memiliki produk inovatif dan mengandung unsur teknologi. Untuk itu, kita sudah menyiapkan ekosistemnya. Salah satunya, akses pembiayaan ke perbankan," imbuh Teten.

Terlebih saat ini, Teten mengungkapkan tingkat akses pembiayaan UMKM ke perbankan masih berada di level 9,8%. Angka ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan China.

"Tahun 2024 mendatang kita harapkan akses kredit perbankan bagi UMKM harus di atas 30%," tegasnya.

Terkait kerja sama dengan Unibraw, Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim menjelaskan bahwa isi MoU mencakup sosialisasi program dan kegiatan strategis.

"Termasuk penelitian dan pengkajian isu-isu penting terkait koperasi dan UMKM, hingga peningkatan kapasitas SDM pelaku koperasi dan UMKM," katanya.

Arif berharap kerja sama dan sinergi ini dapat mengakselerasi pengembangan koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.

"Itu sebagai bentuk dukungan program strategis di bidang perkoperasian, UMKM, dan kewirausahaan," ungkap Arif.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Unibraw Ahmad Erani Yustika mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti MoU tersebut ke dalam kerja yang efektif dan riil di lapangan.

"Apalagi, banyak alumni Unibraw yang berkecimpung di dunia koperasi dan UMKM," pungkas Erani.

(mul/hns)