Dukung Pemulihan Ekonomi, OJK Dorong Potensi Ekonomi Baru Solo Raya

Khoirul Anam - detikFinance
Sabtu, 05 Jun 2021 20:15 WIB
Wimboh Santoso & Gibran
Foto: OJK
Jakarta -

Kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), segenap pelaku industri keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Solo Raya dapat menjadi modal berharga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Solo Raya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perekonomian daerah memegang peranan penting dan krusial terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di masa pandemi.

"Pandemi yang sedang kita hadapi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk dapat menghasilkan terobosan-terobosan dengan memaksimalkan keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah sehingga mampu menjadi potensi ekonomi baru. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, agribisnis, perikanan, pertambangan, pengolahan, kerajinan, pariwisata, dan sebagainya," ujar Wimboh pada pertemuan dengan kepala daerah dalam rangka pemulihan ekonomi daerah pascapandemi COVID-19 di Solo, Jumat (4/6/2021).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Sragen Suroto, Perwakilan Kadin Surakarta Gareng S. Haryanto, serta beberapa perwakilan ekonom maupun akademisi yang ada di Surakarta.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Solo memiliki potensi ekonomi yang tinggi dari pembangunan infrastruktur serta kerajinan UMKM seperti batik, blangkon, keris, dan berbagai makanan khas tradisional.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah memaksimalkan sektor wisata yang ada di daerah. Menurut Wimboh, ada beberapa potensi wisata di Solo Raya yang perlu untuk dikembangkan seperti wisata budaya keraton Surakarta.

Adapun berbagai alternatif pembiayaan dapat digunakan oleh para pelaku usaha mulai dari perbankan, lembaga pembiayaan, pasar modal, bahkan sampai bank wakaf mikro untuk masyarakat yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

"Hal tersebut didukung dengan mulai melandainya tren restrukturisasi kredit sektor perbankan terdampak COVID-19 di Solo yang menandakan bahwa aktivitas ekonomi mulai bergerak sehingga kemampuan pelaku usaha sudah mengarah menuju ke level normal, meskipun masih membutuhkan waktu untuk bisa kembali seperti masa sebelum pandemi," lanjut Wimboh.

Menurut Wimboh, potensi ekonomi dan investasi di Solo Raya harus berjalan seiring dengan program vaksinasi dibarengi kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Sehingga mobilitas masyarakat dan barang/jasa, serta aktivitas perekonomian dapat terus bergerak dan menghasilkan multiplier effects yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," pungkasnya.

(mul/ega)