Ini Sederet Oleh-oleh Hasil Kunjungan Luhut-Erick Thohir ke China

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 09:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah China, Sabtu (5/6/2021). Dalam pertemuan ini, delegasi Indonesia dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono.

Luhut menjelaskan, pertemuan ini membahas sejumlah agenda kerja sama penting kedua negara di antaranya terkait proyek kerja sama prioritas, perdagangan, ekonomi, dan investasi. Kerja sama ini terangkum dalam kerja sama High Level Dialogue on Cooperation Mechanism (HDCM).

Luhut mengatakan, pertemuan ini adalah bentuk komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama dalam merespon tantangan global. Kedua negara sepakat dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan terkait dengan BUMN, keuangan, investasi, kesehatan, dan kemaritiman.

Sementara, Erick Thohir menjelaskan, di sektor BUMN, Indonesia dan Cina telah menjalin sejumlah kesepakatan penting. Terutama yang terkait proyek strategis yang kini sedang dikerjakan oleh BUMN, seperti kerja sama Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin, pembangunan pabrik bahan baku obat yang selama ini 90% impor dan R&D untuk obat herbal.

"Tentu ini merupakan hal yang positif. Komitmen kerja sama untuk kita mandiri di dunia kesehatan sebagai ketahanan nasional," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6/2021).

Selain itu, kerja sama pada sejumlah proyek infrastruktur vital dan kemaritiman juga disepakati untuk ditingkatkan.

"Tak hanya di pulau Jawa, melainkan pula pembangunan strategis di wilayah Timur Indonesia. Sebagai misi untuk mempertegas kedaulatan maritim dan perikanan, Indonesia akan membangun pelabuhan perikanan di Ambon sebagai bagian untuk menyukseskan program lumbung ikan nasional," ujar Erick.

Erick menambahkan, kerja sama ini berlandaskan kesamaan dan kesetaraan. Dia juga bilang, adanya kerja sama ini diharapkan sebagai jawaban untuk mengatasi masa krisis.

"Seperti disampaikan bapak Menko Kemaritiman dan Investasi bahwa kerja sama berlandaskan kesamaan dan kesetaraan kedua negara sebagai mitra yang memiliki semangat senasib dan sepenanggungan. Pada era pandemi yang mana seluruh negara terdampak, maka kerja sama menjadi jawaban untuk bisa bersama mengatasi krisis. Apalagi kerja sama antara dua negara besar dunia, yakni Indonesia dan Cina. Ini menjadi komitmen dan usaha bersama untuk berkontribusi memberi perbaikan di segala sektor pasca-pandemi," kata Erick.



Simak Video "Luhut: KPK Ini Super Sakti, Tapi OTT Nggak Bikin Jera!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)