Syarief Hasan Nilai Program KUR Bantu Dongkrak Perekonomian Nasional

Yudistira Imandiar - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 10:43 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mengapresiasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan bank BUMN, seperti BRI dan BNI. Menurutnya program KUR menjadi salah satu pendukung bangkitnya UMKM di tengah Pandemi COVID-19.

Syarief menilai program KUR sangat tepat untuk dijalankan mengingat banyaknya pengangguran yang muncul selama Pandemi COVID-19. Geliat UMKM diyakini dapat menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha.

"Kita melihat, COVID-19 telah memunculkan arus pengangguran yang baru akibat banyaknya industri yang terseok-seok, bahkan tumbang," kata Syarief, Senin (7/6/2021).

Mengacu data Kementerian Ketenagakerjaan selama pandemi terjadi PHK terhadap 3,05 juta orang. Angka ini turut berkontribusi terhadap penambahan jumlah penduduk miskin sebesar 2,76 juta orang dibandingkan tahun 2019.

Syarief mengulas beberapa waktu terakhir, banyak usaha dan industri besar yang harus tumbang karena Pandemi. Misal, Supermarket Giant yang harus menutup seluruh gerainya di Indonesia. Juga, maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air yang menawarkan pensiun dini kepada para pekerjanya agar dapat bertahan selama Pandemi COVID-19. Ia menyampaikan program KUR BNI yang terintegrasi dengan Kartu Pra-Kerja patut mendapatkan dukungan.

"Tentu, kebijakan yang baik seperti KUR BNI dan KUR BRI untuk UMKM dan usaha kerakyatan patut kita dukung bersama sehingga UMKM dapat bertumbuh dengan baik," urai Syarief.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menyebutkan, UMKM merupakan tulang punggung dari perekonomian nasional. Kebangkitan UMKM menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang sempat anjlok.

"UMKM berkontribusi terhadap 61% produk domestik bruto dan menyerap banyak tenaga kerja sehingga berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional," rincinya.

Syarief mengatakan program sejenis KUR BNI dan KUR BRI ini sejatinya telah dilakukan di masa Pemerintahan SBY. Ia memandang program tersebut perlu terus dilanjutkan.

"Pemerintahan SBY juga telah memberikan banyak bantuan tunai, permodalan, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM di Indonesia sehingga program ini sangat baik dijalankan agar berkelanjutan," ungkap Syarief.

Ia menyerukan situasi pandemi harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan.

"Ini harus menjadi momentum munculnya usaha-usaha baru sehingga pola pikir masyarakat bergeser dari pola pikir pekerja menjadi pola pikir pengusaha," ujarnya.

(akn/hns)