Trenggono Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp 14 T di 2022, DPR Kasih Jalan?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 13:05 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono memaparkan rencana anggaran dan kegiatannya di tahun 2022. Anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun depan direncanakan Rp 6,12 triliun.

"Berdasarkan surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas tanggal 29 April 2021 perihal pagu indikatif belanja K/L TA 2022, KKP mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 6,12 triliun terdiri dari belanja operasional Rp 2,6 triliun dan belanja non operasional Rp 3,5 triliun," katanya dalam raker bersama Komisi IV DPR RI, Senin (7/6/2021).

Anggaran yang disediakan Rp 6,12 triliun itu dinilai masih kurang untuk mendukung program di sektor kelautan dan perikanan. Apalagi jumlahnya lebih kecil dibanding tahun ini yang sebesar Rp 6,5 triliun.

Untuk itu, Trenggono mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 8 triliun, sehingga menjadi Rp 14 triliun. Hal ini disebut untuk melaksanakan kegiatan prioritas untuk kepentingan masyarakat dalam pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan.

"KKP mengusulkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp 8 triliun, mudah-mudahan disetujui yang terdiri dari belanja operasional Rp 236,61 miliar untuk pemenuhan belanja pegawai dan operasional perkantoran di pusat dan daerah. Kemudian untuk belanja non operasional sebesar Rp 7,806 triliun yang digunakan dalam rangka melaksanakan program prioritas nasional dan terobosan KKP," tuturnya.

Usulan itu hampir seluruhnya didukung oleh pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sudin heran mengapa anggaran KKP hanya Rp 6,12 triliun yang dinilainya terlalu kecil.

"2022 KKP dapat Rp 6,12 triliun. Negara kita sebagian besar laut, entah pemikiran dari mana? Entah di Bappenas, Keuangannya, atau usulan dari KKP. Kalau Rp 6 triliun apa yang mau dikerjakan?," imbuhnya.

Sudin menilai jika anggaran KKP ditambah, maka kinerja kelautan dan perikanan Indonesia juga akan semakin bagus. "Kenapa sih nggak dikasih Rp 10 triliun atau Rp 12 triliun? Tadi pagi saya baca berita PSDKP tangkap kapal lagi, coba kalau kapal patrolinya dua kali lipat, makin banyak lagi yang ditangkap, makin bagus lagi buat kita, pencurian ikan makin kecil," imbuhnya.

(aid/ara)