RI Jadi Tuan Rumah G20 di 2022, Airlangga Gandeng UI dan UPH

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 07 Jun 2021 17:20 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Screenshoot/detikcom
Jakarta -

Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di 2022. Berbagai persiapan terus dilakukan, salah satunya bekerja sama dengan universitas.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hari ini melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

"Terkait dukungan Presidensi G-20, UI dan UPH merupakan pionir salah satu yang pertama menandatangani kerja sama dan kita berharap ini bisa membuka peluang dengan perguruan tinggi yang lain," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (7/6/2021).

Airlangga yang ditunjuk sebagai pemimpin Sherpa Track mengatakan KTT G20 pada 2022 akan mengambil tema 'Recover Together, Recover Stronger' sesuai situasi perekonomian dunia yang sedang melawan pandemi COVID-19.

"Tema besar Presidensi G20 didukung oleh beberapa prioritas dan produktivitas, ketahanan, dan stabilitas, serta keberlanjutan dari pertumbuhan yang sifatnya inklusif. Prioritas tersebut juga memperhatikan kemitraan dengan berbagai stakeholder dan kepemimpinan kolektif global," jelasnya.

Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20 hingga bisa menjadi tuan rumah. Keputusan ini maju satu tahun lebih awal dari rencana 2023 setelah India mengajukan pertukaran.

"G20 merupakan forum ekonomi yang menjadi representasi dari perekonomian dunia dan hampir 75% perdagangan dunia ada di G20 dan 80% investasi global juga ada di G20, serta 2/3 populasi dunia ada di negara2 G-20," beber Airlangga.

Ruang lingkup perjanjian kerja sama dengan universitas ini meliputi pendirian pusat studi riset kajian, penyediaan ahli pakar dalam pelaksanaan Presidensi G20, program mentorship, penyediaan praktisi untuk kuliah umum, penyediaan fasilitas dan dukungan untuk kegiatan penelitian, hingga penyelenggaraan program magang bagi para mahasiswa yang akan membantu penyelenggaraan Presidensi G20.

"18 mahasiswa program magang yang adalah 14 mahasiswa UPH, 2 mahasiswa UI, dan 2 mahasiswa magang dari Bina Nusantara. Program magang ini jadi pemantik awal dalam mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 ini," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam kesempatan yang sama.

(aid/ara)