Ultimatum Erick Thohir ke Bos-bos BUMN: Harus Siap Dicopot!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir meminta semua direksi dan komisaris BUMN untuk menjaga kinerja yang baik saat memimpin perusahaan. Para bos di BUMN menurutnya harus siap dicopot apabila tak bisa memenuhi indikator kerja yang disiapkan, jangan cuma siap saat dilantik saja.

Para direksi dan komisaris juga wajib memiliki akhlak yang baik, di sisi lain juga menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG) alias tata kelola usaha yang baik.

"Ingat, tiap direksi dan komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia, juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, serta tidak sejalan dengan core values akhlak dan GCG," kata Erick dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Erick ingin adanya upaya transformasi yang dilakukan di tubuh Kementerian BUMN terhadap petinggi perusahaan-perusahaan BUMN. Maka dari itu, Kementerian BUMN membentuk BUMN Leadership and Management Institute (BLMI).

Lembaga ini adalah sebuah pusat riset, inovasi, kolaborasi, pengembangan manajemen, dan kepemimpinan di seluruh klaster BUMN.

"BUMN harus menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi human capitalnya. Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan, yaitu BUMN Leadership and Management Institute," kata Erick.

Kementerian BUMN telah menunjuk Mandiri Corporate University sebagai koordinator lembaga ini, untuk bersinergi dengan Corporate University dari Telkom, Pertamina, dan WIKA. Lembaga ini akan membangun peta jalan dan program pengembangan kepemimpinan mulai dari new entry level, manajer tingkat pertama sampai dengan tingkat direksi dan komisaris.

Fokus awal pengembangan kepemimpinan ini akan dimulai dari komisaris dan direksi dengan menggandeng sekolah bisnis lokal dan global terkemuka sebagai mitra strategis.

Beberapa pihak yang digandeng seperti Indonesian Institute of Corporate Directors (IICD), IPMI International Business School, INSEAD dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Michigan Ross School of Business dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

BLMI sudah memulai kegiatan perdana di bulan Januari 2021 dengan penyelenggaraan Angkatan Ke-1 Onboarding Directorship Program. Pada hari Rabu pekan ini (9/6), BLMI akan memulai secara serentak Angkatan Ke-2 Onboarding Directorship Program dan Angkatan Pertama Onboarding Commissioner Program.



Simak Video "Vaksinasi Pegawai BUMN Sempat Tak Jaga Jarak, Ini Penjelasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)