Sri Mulyani Ajak Masyarakat Awasi Transfer ke Daerah-Dana Desa, Caranya?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 14:13 WIB
Pemerintah menaikkan pajak impor barang konsumsi. Pengumuman kenaikan pajak impor barang konsumsi itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Foto: Istimewa/Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Pasalnya hal itu merupakan salah satu instrumen penting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sri Mulyani mengatakan tidak mudah mengajak masyarakat untuk tahu mengenai TKDD. Padahal itu penting mengingat alokasi dana TKDD yang digelontorkan hampir mencapai Rp 800 triliun.

"Belanja TKDD yang mendekati Rp 800 triliun itu rakyat mestinya memahami untuk bisa kemudian ikut mengawasi dan ikut memberikan masukan bagi pemerintah daerah bagaimana anggaran itu dibelanjakan," katanya dalam acara Final Lomba Bedah APBD secara virtual, Selasa (8/6/2021).

Sri Mulyani pun menyambut baik lomba Bedah Data APBD ini, yang dinilai bisa memberikan cara untuk bisa menyampaikan data-data APBD kepada masyarakat dengan cara yang lebih mudah dicerna.

"Mereka punya ide-ide dan pemikiran luar biasa. Pertama menggunakan IT based dan data driven itu penting banget, hal yang sangat keren. Anak-anak muda sekarang semuanya kayaknya lebih terampil menggunakan teknologi di dalam teknologi digital," tuturnya.

TKDD Tahun Anggaran 2021 mencapai Rp 795 triliun. Anggaran tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi, pendidikan dan kesehatan dalam rangka mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.

"Data APBD luar biasa kaya. Kami di Ditjen Perimbangan punya yang namanya sistem informasi keuangan daerah yang melakukan polling dari data pemerintah daerah dan data tersebut kita olah dan dijadikan bahan untuk pusat," kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Lomba Bedah Data APBD diikuti oleh 122 peserta yang berasal dari 10 provinsi dengan status sebagai mahasiswa maupun ASN. Ada 6 kelompok yang masuk dalam final, di mana dipilih tiga kelompok menjadi pemenang karena dinilai sebagai yang terbaik dalam menganalisis data.

Lihat juga Video: Aksi Bupati Yahukimo Bagikan Dana Desa Miliaran, Tunai!

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)