Apes, Kena Serangan Siber Perusahaan Ini Diminta Tebusan Rp 71 M

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 10:33 WIB
Ilustrasi penipuan online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

CEO Colonial Pipeline, Joseph Blount Jr. mengatakan kepada komite Senat pada hari Selasa (8/6/2021) bahwa perusahaan membayar uang tebusan $ 5 juta atau sekitar Rp 71,5 miliar (dengan kurs Rp 14.300/dolar AS) satu hari setelah pelaku serangan siber ransomeware yang diduga berbasis di Rusia meretas jaringan IT-nya dan melumpuhkan sistem pipa pengiriman bahan bakar.

Melansir dari CNBC, Rabu (9/6/2021), Blount menceritakan kepada anggota Komite Keamanan Dalam Negeri AS dan Urusan Pemerintahan Senat bagaimana kronologi dan rincian kejadian kasus serangan siber ransomeware yang menimpa perusahaannya tersebut. Dikatakan bahwa Colonial Pipeline baru mengetahui serangan tersebut sesaat sebelum pukul 5 pagi pada Jumat 7 Mei 2021 lalu, ketika seorang karyawan menemukan catatan tebusan pada sistem di jaringan IT milik mereka.

Perusahaan ini diserang oleh program ransomware yang dibuat oleh DarkSide, kelompok kriminal dunia maya yang diyakini beroperasi di luar Rusia. Catatan tersebut mengatakan peretas telah "mengeksfiltrasi" materi dari drive internal perusahaan, dan menuntut sekitar $ 5 juta atau sekitar Rp 71,5 miliar sebagai ganti file tersebut.

Blount mengatakan bahwa tak lama setelah mereka menemukan catatan permintaan uang tebusan tersebut, perusahaan segera mengambil keputusan untuk segera menutup seluruh saluran pipa bahan bakar.

"Sekitar pukul 05.55 pagi karyawan memulai proses penutupan. Pada 06:10, mereka mengkonfirmasi bahwa semua jaringan pipa sejumlah 5.500 mil telah ditutup," tulis Blount.

Keputusan untuk menutup seluruh jalur pipa ini didorong oleh keharusan untuk mengisolasi dan menahan serangan untuk membantu memastikan malware tidak menyebar ke jaringan teknologi operasional perusahaan, yang mengontrol operasi jalur pipa kami, jika belum. Penutupan tersebut menyebabkan gangguan besar pada pengiriman gas yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Blount juga bersaksi tentang uang tebusan sekitar $5 juta yang dibayarkan perusahaan kepada para peretas DarkSide. Dia mengungkapkan bahwa Colonial Pipeline membayar uang tebusan itu satu hari setelah perusahaan terkena serangan tersebut.

"Saya membuat keputusan bahwa Colonial Pipeline akan membayar uang tebusan agar setiap alat yang tersedia bagi kami untuk segera menghidupkan kembali pipa itu dan kembali beroperasi," kata Blount.

"Itu adalah salah satu keputusan terberat yang harus saya buat dalam hidup saya. Pada saat itu, saya menyimpan informasi ini karena kami khawatir tentang keamanan operasional dan meminimalkan publisitas untuk pelaku ancaman," katanya.



Simak Video "BSSN Deteksi 495 Juta Serangan Siber di Indonesia Pada 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)