Sasa Inti Jawab Tantangan Pasar di Masa Pandemi

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 15:00 WIB
CEO & Presiden Direktur PT Sasa Inti Rudolf Tjandra
Foto: PT Sasa Inti-CEO & Presiden Direktur PT Sasa Inti Rudolf Tjandra
Jakarta -

Di masa pandemi COVID-19 yang belum berakhir hingga kini, mempertahankan bisnis bukanlah sebuah pilihan melainkan keharusan. Tantangan harus dihadapi dengan pergerakan yang cepat agar bisnis dapat terus bertahan.

Seperti yang dilakukan oleh CEO & Presiden Direktur PT Sasa Inti Rudolf Tjandra. Ia mendefinisikan tantangan di masa pandemi kamudian memetakan bagaimana, di mana dan kapan waktu yang tepat untuk memenangkan pasar.

"Kami kurang sepaham dengan mereka yang suka menghadapi tantangan dengan melakukan hal yang sama berulang-ulang. Saya tidak tahu berapa banyak pemimpin yang masih tidak mampu menerima perubahan dan menjadi semakin cepat tanggap dalam situasi sekarang," katanya, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, menjadi tangkas dan cepat terhadap permintaan dan kebutuhan pasar menjadi metode yang efektif untuk sebuah perusahaan efektif dalam merespon permintaan dan kebutuhan pasar.

Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola produk baru yang sukses ke pasar dengan cepat. Akhirnya, ini memungkinkan perusahaan untuk merespons lebih cepat terhadap perubahan lingkungan yang tiba-tiba atau lebih tepatnya perubahan seperti pandemi berkepanjangan saat ini.

"Tentu saja, kita semua telah memimpin melalui ketidakpastian selama beberapa dekade dari sekarang, tidak ada yang begitu pasti selain ketidakpastian. Tetapi tingkat ketidakpastian seputar pandemi yang sedang berlangsung tentu saja belum pernah terjadi sebelumnya dalam ruang lingkup kita, dan membawa implikasi yang mendalam bagi organisasi," tuturnya.

Dengan adanya COVID-19, ia menemukan betapa tidak pastinya ketidakpastian, dan bagaimana caranya agar ia dapat mengelola dan berkembang bahkan dalam situasi yang paling menantang.
Berbagai survei dan penelitian telah dilakukan terhadap para pemimpin di seluruh dunia. Mereka telah mengidentifikasikan tiga kelompok yang muncul sebagai prasyarat utama di masa yang tidak pasti ini.

Ini adalah bentuk dari memimpin melalui ketidakpastian, menumbuhkan kepercayaan, memperkuat tujuan bersama, pengambilan keputusan yang cepat, tindakan cepat dan tegas, serta kemampuan dan kemauan untuk melihat melampaui pintu kaca yang berputar.

COVID-19 telah menciptakan lingkungan yang VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) pada hal yang lebih besar. Bukan berarti pemimpin harus berjuang dengan permisif, dan menurunkan kinerja.

Para pemimpin sebenarnya dapat berkembang dalam lingkungan di mana hanya ada sedikit jawaban yang jelas tentang bagaimana hal-hal akan terjadi misalnya ketidakpastian pada hal-hal yang lebih besar, tetapi untuk melakukan itu, ia harus fokus untuk memahami apa akan yang muncul.

Dan, yang lebih penting dan sangat penting bagi para pemimpin untuk menjadi lebih dapat beradaptasi secara pribadi; yaitu harus memiliki mindset berkembang, mengkondisikan diri mereka sendiri untuk menetapkan model mental seperti apa yang telah mereka kerjakan, dan membuang aspek apa pun dari model tersebut yang tidak lagi relevan.

"Kemampuan ini juga mencakup ukuran untuk membangun kekuatan saat kita semua belajar untuk mengatasi masa-masa yang penuh tekanan ini," imbuhnya.

Menavigasikan kompleksitas mengharuskan para pemimpin melihat organisasi mereka sebagai sistem adaptif yang kompleks, dan menavigasi situasi di mana sebab dan akibat tidak diketahui sebelumnya.

"Selain itu, saya percaya bahwa kita perlu memimpin perubahan, dan membawa transformasi berkelanjutan agar selalu siap, cepat tanggap dan mampu mengamankan peluang. Berani memimpin perubahan di dunia yang baru itu juga berarti bahwa kita para pemimpin harus mampu mengomunikasikan visi untuk perubahan, membantu tim untuk mengadopsi hal-hal baru, dan bersiap pada hal-hal yang tak terhindarkan terhadap perubahan," paparnya.

Adapun yang mendasari semua ini adalah kebutuhan untuk melepaskan segala harapan akan kepastian. Para pemimpin perlu menjadi lebih bijak dengan gagasan bahwa kita tidak selalu akan memiliki jawaban yang jelas untuk diberikan (itu tidak berarti kita akan kembali ke 'bermain aman' untuk mengelola ekspektasi pemegang saham).

"Tetapi kami dan tim kami akan selalu percaya bahwa keberuntungan berpihak pada yang berani," ucapnya.



Simak Video "Gorengan Sehat? #ApasihYangGaBisa "
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)