Hari Ketiga Mogok Massal, Driver GoSend Masih 'Dicuekin' GoTo

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 12:57 WIB
gosend
Foto: Gojek
Jakarta -

Driver Gojek yang menjadi mitra GoTo untuk layanan GoKilat atau GoSend Same Day Delivery (SMD) sedang melakukan aksi mogok massal dengan cara off bid. Hari ini merupakan hari ketiganya yang sudah dimulai sejak Selasa (8/6).

Mogok massal tersebut dilakukan karena pihak GoTo mengubah insentif para kurir/driver secara sepihak. Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek, Yulianto mengatakan pihaknya belum mendapat ajakan berkomunikasi dengan manajemen Gojek sampai saat ini.

"Kita driver se-Jabodetabek kalau total persentase 90% off bid pada 8-10 Juni. Kita nyebutnya mitra, kurang lebih ada 5.000 mitra. Selama tiga hari ini belum ada tanggapan dari Gojek sama sekali. Jadi mereka kayaknya tetap kekeh skema baru ini," kata Yulianto kepada detikcom, Kamis (10/6/2021).

Selama aksi mogok ini, kata Yulianto, pihak Gojek justru meniadakan performa para driver untuk pertimbangan pencairan bonus. Hal ini yang membuat sebagian driver GoSend sudah memilih untuk on bid.

"Mereka (Gojek) mengakali mogok ini dengan meniadakan performa, jadi mereka mau memecah belah kita jadinya yang tadinya kekeh off bid jadi ada sebagian yang on bid karena ini nggak dapat performa. Sedangkan bonus atau skema ini cair atau turun ke saldo driver di performa 80%, jadi kita nggak sembarangan main cancel barang," tuturnya.

Yulianto menyebut hari ini merupakan terakhir pihaknya melakukan aksi mogok massal. Keputusan selanjutnya akan menunggu tanggapan dari Gojek, jika tidak ada respons kemungkinan akan dilakukan aksi mogok lanjutan pada 12-15 Juni.

"Kalau misalnya mereka tidak mengeluarkan tanggapan atau solusi yang kita terima, kita bakal nyusun aksi lagi untuk di tanggal 12-15 Juni," tuturnya.

Keberatan yang disampaikan driver GoSend terkait dengan perubahan insentif secara sepihak dan dinilai merugikan driver. Untuk Gosend SMD Jabodetabek misalnya, besaran insentif ditetapkan Rp 1.000 untuk 1-9 pengantaran, Rp 2.000 untuk 10-14 pengantaran, dan Rp 2.500 jika driver menyelesaikan pengantaran di atas 15 paket.

Skema ini berbeda dengan sebelumnya yang besaran insentif Rp 10.000 jika driver menyelesaikan 5 pengantaran, Rp 30.000 untuk 8 pengantaran, Rp 45.000 untuk 10 pengantaran, Rp 60.000 untuk 13 pengantaran, dan Rp 100.000 untuk 15 pengantaran.

"Kalau di skema lama kita pengantaran 15 paket dapat Rp 100.000bonusnya, untuk skema baru 15 paket dapatnya Rp 37.500, beda jauh nggak? Tapi pihak Gojek ngomongnya untuk pemerataan dan menyejahterakan driver GoSend, kesejahteraannya dari mana?," imbuhnya.



Simak Video "5 Fakta Merger Gojek dan Tokopedia yang Lahirkan GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)