Tren Bersepeda Mulai Surut, Penjualannya Kini Seret

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 15:20 WIB
Bisnis Sepeda Mulai Seret
Foto: Aulia Damayanti
Ciputat -

Tren bersepeda kini mulai turun setelah tahun lalu booming pada awal pandemi COVID-19 melanda. Hal itu tercermin dari penjualan sepeda yang melandai.

Pemilik salah satu toko sepeda di Tangerang Selatan misalnya mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 60% dibandingkan tahun lalu.

"Tahun ini turunnya jauh dari tahun lalu dari 50%-60% penurunannya. Padahal tahun kemarin itu kenaikannya tajam sekali," tutur Marketing Formula Bike Ciputat, Nuraini kepada detikcom, Jumat (11/6/2021).

Dia juga mengungkap penjualan tahun ini berbeda jauh dari tahun lalu. Kalau tahun lalu sehari bisa puluhan sepeda terjual, sedangkan tahun ini sehari hanya hitungan jari.

"Ibaratnya dulu penjualannya lari 'kenceng', sekarang lambat sekali," katanya.

Untuk harga sepeda, Nuraini juga mengatakan sekarang menurun. Hal itu disebabkan karena stok yang terlalu melimpah saat ini.

"Sekarang ya rata-rata harga sepeda rata-rata turun walaupun nggak banyak. Ini ya karena sekarang barangnya terlalu banyak jadi harganya murah. Kalau dulu kan stok aja sampai menipis dan jarang, tapi permintaan juga banyak jadi harga bisa tinggi," jelasnya.

Bisnis Sepeda Mulai SeretBisnis Sepeda Mulai Seret Foto: Aulia Damayanti

Sementara pemilik toko sepeda DMD Bike di Ciputat yang tidak mau disebutkan namanya mengaku omzet tokonya jeblok. Dia bilang penjualan tahun ini turun lebih dari 70%.

"Sekarang penjualan ya jauh dari tahun lalu. Penurunannya sampai 60%-70%. Omzet juga udah turun banget," katanya.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengungkap penjualan sepeda kini mulai surut. Pada 2020 lalu, ekspektasi dari permintaan akan sepeda bisa mencapai 7-8 juta unit per tahun.

Sementara pada tahun ini, ekspektasi akan permintaan sepeda ini paling mentok hanya 5 juta unit. Tentu permintaan yang merosot ini dapat memberikan pengaruh pada harga jual sepeda tahun ini.

Aktivitas masyarakat juga kini sudah mulai berjalan normal seperti sebelum pandemi. Selain itu, masyarakat juga semakin melek harga dan cenderung lebih memilih sepeda dengan harga terjangkau ketimbang yang di atasnya.

"Mulai daya beli masyarakat di bawah itu sudah mencari harga yang, ya udah price sensitif lah, lebih cari yang (murah). Contoh beberapa sepeda lipat yang tadinya harga Rp 4 juta lebih sekarang sudah menyesuaikan di Rp 2 juta malah ada yang Rp 2 juta ke bawah," terangnya.

(eds/eds)