Buka-bukaan Prabowo Ungkap Strategi Cegah Maling Anggaran

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 13 Jun 2021 17:59 WIB
Menhan Prabowo Subianto usai rapat kerja dengan Komisi I DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021).
Foto: Menhan Prabowo Subianto (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku sudah menyusun sistem yang bisa cegah penyalahgunaan anggaran. Khususnya dalam proyek-proyek pertahanan di Indonesia, apalagi pengadaan alutsista.

Prabowo mengatakan dirinya akan melibatkan BPKP, Kejaksaan, hingga BPK untuk melakukan pengecekan semua kontrak proyek pertahanan. Caranya, sebelum kontrak diteken dan berjalan efektif, kontrak akan diperiksa terlebih dahulu oleh BPKP, BPK, hingga Kejaksaan.

"Untuk menjaga bahwa kita pun tidak akan tergoda untuk terlibat dalam hal itu saya rencananya dan kita sudah coba sekarang ini. Saya rencananya mengundang kejaksaan, BPKP sama BPK untuk periksa semua kontrak kita sebelum kontrak itu efektif," ungkap Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier seperti dilihat, Minggu (13/6/2021).

"Jadi kontrak itu ada berapa tahap, jadi ada kontrak awal, ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi, kondisi keuangan, kondisi ini kondisi ini, sampai ujungnya kalau kontrak itu.... dalam perjalanan ini saya akan minta kejaksaan, BPKP dan BPK," paparnya.

Cara lainnya yang akan dilakukan Prabowo adalah dia berupaya untuk bernegosiasi langsung dengan para penyedia proyek pertahanan, misalnya proyek alutsista dia mengaku akan bernegosiasi langsung dengan produsennya. Hal itu dilakukan untuk mengetahui detail harga dari proyek yang akan berjalan, sehingga dia tidak merasa kecolongan.

"Ya pasti ada, itu yang saya bilang tertibkan, kita mau minimalkan caranya bagaimana ya kita susun sebuah sistem, sistemnya seperti apa. Jadi sekarang saya banyak yang saya lakukan, saya negosiasi langsung dengan produsen sehingga saya ingin tahu harga yang sebenarnya itu berapa apa sih? Kalau kita mau beli alat ini harganya berapa," ujar Prabowo.

Prabowo berjanji tak akan meloloskan proyek-proyek pertahanan yang anggarannya di-mark-up alias dilebihkan secara gila-gilaan. Prabowo mengatakan dirinya tak mau dikutuk oleh generasi masa depan.

Dia berjanji dirinya akan berani menolak tanda tangan untuk usulan proyek yang anggarannya di-mark up.

Apa lagi strategi Prabowo Subianto selanjutnya? Buka halaman selanjutnya.

Bukan cuma itu, dia berjanji akan melaporkan oknum yang ketahuan melakukan mark up anggaran.

"Yang penting bagi saya kalau sudah gila-gilaan barang katakanlah X harganya kemudian mark up-nya sampai 600%, bener nggak? Maaf, mungkin banyak orang yang tidak suka sama saya, saya tidak mau tandatangan, saya tidak akan loloskan, saya tidak mau. Saya lapor ke Presiden, Pak. Saya nggak mau Pak, berarti itu kan tanggung jawab saya kepada bapak Presiden, rakyat, kepada sejarah," ungkap Prabowo.

"Takut saya, saya takut dikutuk oleh generasi yang akan... gua nggak mau deh kalau gila-gilaan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyindir adanya kalangan elite yang memprediksi Indonesia tidak akan perang dalam 40 tahun ke depan. Mantan Pangkostrad itu menegaskan tak ada yang bisa meramal kondisi masa depan.

"Nah ini ada beberapa oknum elite yang menurut saya, saya nggak ngerti kurang apa ya, kurang baca, kurang cerdas atau apa," kata Prabowo.

"Gue heran juga ada yang bilang, ada yang bilang dan meyakinkan pimpinan bahwa Indonesia dalam 40 tahun ke depan tidak akan ada perang," sambungnya.

(hal/dna)