Sri Mulyani: Kenaikan Kasus COVID-19 Perlu Diwaspadai!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 12:37 WIB
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan kasus COVID-19 perlu diwaspadai. Di mana, kasus COVID-19 di dalam negeri kembali mengalami lonjakan, terutama pada periode usai Lebaran.

Sri Mulyani menjelaskan, kini akan memengaruhi negara-negara di Asean dan ekonomi emerging country. Sebab, tak hanya di Indonesia, kasus COVID-19 juga mengalami kenaikan di Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan India.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kenaikan kasus ini perlu diwaspadai. Kondisi ini akan mempengaruhi negara-negara di Asean dan ekonomi emerging country.

"Mengenai kenaikan kasus COVID-19 kalau dilihat paska-Lebaran memang harus diwaspadai," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (14/6/2021).

Dia mengungkapkan di Indonesia ini sebelumnya terjadi kenaikan di sejumlah wilayah di luar pulau Jawa. Namun kini sudah terjadi di Pulau Jawa setelah hari raya Idul Fitri dan libur panjang.

"Sekarang polanya di pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan tidak hanya berhenti di Kudus tapi di beberapa kota. Di DKI Jakarta terjadi kenaikan, wisma atlet okupansi tempat tidurnya naik tadinya belasan persen sekarang 80% terjadi luar biasa tinggi," ujar dia.

Menurut dia kondisi ini akan turut mempengaruhi kegiatan ekonomi kuartal II pada bulan Juni.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, berupaya untuk meningkatkan vaksinasi. Memang Indonesia sempat mengalami penurunan pada bulan puasa kemarin dan melihat dari sisi jumlah vaksinasi diakselerasi bisa 1/2 juta atau 1 juta. Semua pihak dimobilisasi untuk jumlah vaksin.

Saat ini, Indonesia memiliki 92 juta vaksin import meskipun sebagian dalam bentuk bulk. Namun stoknya sudah di atas 90 juta.

(kil/fdl)