Strategi Pola Kemitraan bank bjb untuk Kesejahteraan Petani & Peternak

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 00:00 WIB
petani
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

bank bjb menjalankan strategi penyaluran kredit melalui pola kemitraan. Keberhasilan strategi ini diketahui telah mendapat kepercayaan dari pemerintah, dengan memposisikan nasabah sebagai mitra yang berkeinginan tumbuh dan berkembang bersama bjb.

"Pola kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga yang dapat bersinergi meningkatkan portofolio kredit UMKM serta penciptaan ekosistem baru dalam penyaluran Kredit UMKM. Tujuannya untuk mendapatkan peluang pasar dan target market yang lebih efektif dan efisien," dikutip dari keterangan resmi bank bjb, Senin (14/6/2021).

Melalui pola kemitraan, bank bjb sebagai pemberi modal usaha melakukan kerja sama dengan perusahaan mitra dalam hal penyaluran Kredit UMKM kepada mitra binaan. Perusahaan mitra yang bekerja sama dapat berupa perseroan terbatas, yayasan, koperasi, CV, Badan usaha Milik Desa hingga perorangan.

Nantinya, perusahaan mitra ini akan berperan sebagai off taker yang menjamin pembelian produk mitra binaan dan mengendalikan kualitas produk yang dihasilkan mitra binaan. Selain itu, perusahaan mitra juga memiliki tugas untuk menyediakan bahan dan sarana produksi mitra binaan serta menjadi penjamin kredit yang diajukan mitra binaan

Diketahui, penyaluran kredit bank bjb melalui pola kemitraan ini telah dilakukan berbagai pihak, salah satunya oleh perusahaan mitra di sektor pertanian dan peternakan. Salah satu pelaku sektor pertanian yang telah mengikuti program ini ialah mitra Crowde.

Crowde merupakan startup fintech di bidang pertanian dengan daerah garapan dan binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Kerja sama antara bjb dan Crowde telah diimplementasikan oleh Cabang Daan Mogot dan Cabang Pelabuhan Ratu, dengan wilayah pertanian di daerah Sukabumi.

Melalui kerja sama ini, para petani binaan anggota Crowde dapat mengajukan permodalan untuk pupuk, bibit dan kebutuhan tanam sesuai RAK.

Selain itu, bank bjb juga melakukan kerja sama dengan PG Rajawali untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui pola kemitraan ini, PG Rajawali memberikan pembiayaan untuk petani tebu dengan memanfaatkan fasilitas bjb KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Daerah garapan dari para petani yang bekerja sama dengan PG Rajawali II cukup luas, yakni meliputi Majalengka, Cirebon, Subang, Tegal, Sumber, dan Patrol.

Ada juga kerja sama bank bjb dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Agro Jabar yang menyasar petani milenial. BUMD milik Provinsi Jawa Barat yang bergerak di bidang pertanian dan ketahanan pangan ini menjadi offtaker hasil pertanian dalam pola kemitraan dari bank bjb.

Dengan harapan, Bank bjb turut membantu kesejahteraan petani milenial dengan memastikan keberlangsungan usaha mereka, yakni berupaya menjaga ekosistem hulu sampai hilir para petani terjamin dengan baik.

Selain di bidang pertanian, pola kemitraan bank bjb juga mengakomodasi kebutuhan para peternak domba garut melalui kerja sama dengan PT. Agro Investama. Di sektor peternakan, permodalan ini diberikan untuk membiayai beberapa hal seperti pakan konsentrat, bibit, serta kebutuhan tanam.

Adapun wilayah pemasaran PT. Agro Investama tersebar di daerah Jawa Barat seperti Banjar, Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan Sumedang serta di daerah Jawa Tengah yaitu sekitaran Surakarta.

Tak hanya itu, bjb juga bekerja sama dengan pelaku usaha di bidang peternakan sapi yakni PT Dilar Lintas Raya yang berdomisili di Kota Tasikmalaya. Kerja sama ini mengakomodir kebutuhan sapi wilayah priangan timur seperti Garut, Kabupaten Tasikmalaya,Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Dengan adanya pola kemitraan ini, bank bjb berkontribusi dalam menjamin kesejahteraan peternak dan memastikan keberlangsungan usaha mereka baik dari sisi budi daya, pasokan pakan ternak, obat-obatan, serta produksi sehingga hasil usahanya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

(mul/hns)