Catat! 30 Juni 2021 Batas Ganti Kartu Debit bjb

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Sabtu, 05 Jun 2021 19:46 WIB
Kartu ATM Lebih Aman Pakai Chip
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Nasabah bank bjb wajib mengganti kartu debit atau ATM berbasis magnetic stripe ke kartu debit chip sebelum 30 Juni 2021. Corporate Secretary Bank bjb Widi Hartoto mengatakan hal tersebut bertujuan menjaga keamanan selama bertransaksi.

Penggantian kartu ini sejalan dengan arahan Bank Indonesia (BI) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 17/52/DSKP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online (PIN) enam digit untuk kartu ATM dan kartu debit yang diterbitkan di Indonesia.

Dalam SE tersebut, perbankan di Indonesia harus melakukan penggantian kartu debit ATM nasabahnya ke dalam bentuk terbaru. Menurut Widi, nasabah bisa mengganti kartu di cabang Bank BJB terdekat.

"Syaratnya mudah, cukup membawa KTP, buku tabungan, dan kartu ATM lama. Tidak ada pungutan biaya untuk proses penggantian kartu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/6/2021).

Lebih Aman

Lebih lanjut dia menjelaskan perbedaan kartu debit atau ATM berbasis magnetic stripes dengan kartu berbasis chip terletak. Salah satunya dari tampilan fisik.

Kartu berbasis 1 memiliki chip di bagian kiri depan kartu ATM yang berfungsi sebagai media penyimpanan data. Sementara kartu magnetic stripes hanya mengandalkan pola garis hitam memanjang pada bagian belakang kartu sebagai penyimpan data.

Apabila pita hitam dalam kartu berbasis magnetic stripes rusak, maka ada kemungkinan kartu ATM akan sulit dibaca. Berbeda dengan chip dalam kartu ATM baru yang lebih tahan terhadap kerusakan. Selain itu, lanjut dia, kartu dengan chip ini memiliki teknologi yang lebih canggih dalam menyimpan data.

Tidak hanya itu diungkapkan Widi keamanan kartu ATM berbasis chip juga lebih terjamin karena dibekali otentifikasi akses ke jaringan ATM maupun EDC.

"Berbeda dengan kartu ATM magnetic stripe yang belum memiliki sistem proteksi terhadap data yang tersimpan. Oleh karenanya, data dalam kartu ATM berbasis chip tidak mudah dibaca atau dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," pungkasnya.

Dikatakannya, bentuk penggandaan kartu juga sulit dilakukan di kartu ATM berbasis chip. Sebab data nasabah tersimpan di dalam chip yang memiliki fungsi kriptografi. Keaslian kartu juga dapat divalidasi melalui metode offline CAM dan online CAM.

(fhs/ara)