Luhut ke Importir: Anda Kan Bisa Bikin Pabrik, Masak Impor Terus!

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 14:29 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengutarakan kekesalannya kepada para importir. Menurutnya, importir di Indonesia punya kemampuan membuat pabrik dan produksi di dalam negeri.

"Orang-orang yang masih ingin impor-impor, importir-importir, Anda kan bisa bikin pabrik di dalam. Ya kan bisa investasi. Masak mau hanya importir importir (impor) terus sampai kapan kita mau begini," ujar Luhut dalam Konferensi Pers bertajuk 'Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) Bidang Alat Kesehatan' secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Ia berharap para importir tersebut bisa menjadi pionir produsen di dalam negeri agar ke depan Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik lagi.

"Ini saya titip, saya ngomong agak keras karena hemat saya, kita ini banyak omong aja tapi kita tidak melakukan, tidak memberikan contoh tauladan untuk membuat Indonesia lebih bagus lagi depan," ucapnya.

Dalam bidang kesehatan saja, menurut hitungan Luhut, bila Indonesia mampu memproduksi alat kesehatan (alkes) sendiri maka RI bisa menghemat dana hingga sebanyak Rp 200-300 triliun dalam setahun.

"Alkes dalam bidang kesehatan ini, dana yang kita keluarkan hampir Rp 490 triliun setahun jadi kalau ini sekarang kita bisa hemat Rp 200-300 triliun setahun, itu sama dengan investasi kita US$ 25 miliar per tahun. Jadi anda bisa bayangkan betapa penghematan pemborosan kita selama ini yang begitu tinggi," katanya.

Luhut mencontohkan di Amerika Serikat saja sudah ada undang-undang yang melarang impor alkes. Alkes harus diproduksi dalam negeri sendiri. Menurutnya, kebijakan semacam ini bisa ditiru oleh Indonesia.

"Jadi kita Indonesia sendiri harus juga mengarah ke situ, jadi nanti di LKPP juga eloknya sudah mulai memperhatikannya karena Presiden sudah minta juga ada perbaikan mengenai undang-undang kita mengenai Alkes," ucapnya.

Upaya semacam itu merupakan bagian dari program Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang belakangan gencar digaungkan pemerintah. Program ini diharapkan dapat mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga menggunakan produk lokal, sehingga nantinya perekonomian domestik dapat meningkat. Kampanye ini tak hanya digenjot pada produk alkes saja melainkan juga pada segala bidang.

"Ayo kita jangan hanya sekadar slogan tapi kita betul-betul semua bekerja sama untuk membuat yang terbaik buat Indonesia kita ini," ajaknya.

Lihat juga Video: Ini Dia 13 Jenis Produk Impor yang Kini Dilarang Dijual di Shopee!

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)