Erick Thohir Gelar Pelatihan Komisaris BUMN buat Abdee 'Slank' cs

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 11:42 WIB
Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.
Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo
Jakarta -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memberikan pelatihan kepemimpinan bagi jajaran komisaris melalui BUMN Leadership and Management Institute (BLMI). Sebuah pusat riset, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan manajemen dan kepemimpinan di seluruh klaster BUMN.

Di sisi teknis pelaksana, pihaknya menunjuk Mandiri Corporate University sebagai koordinator dan bersinergi dengan Telkom, Pertamina, hingga WIKA dalam membuat program pengembangan kepemimpinan dari tingkat new entry level, manajer tingkat pertama sampai dengan tingkat direksi dan komisaris/pengawas.

BLMI bertujuan membangun kapabilitas kepemimpinan di BUMN yang berkelas dunia, berbasis akhlak, dan mampu bersaing ditingkat global. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya membuat program ini untuk menjadikan perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang profesional.

"Upaya transformasi yang dicanangkan Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan BUMN menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi human capitalnya. Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan, yaitu BUMN Leadership and Management Institute," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Lebih lanjut, awal pelatihan akan ditujukan bagi komisaris/pengawas dan direksi menggandeng sekolah bisnis lokal dan global terkemuka sebagai mitra strategis. Kegiatan perdana sudah dimulai sejak Januari 2021 lalu dan berlanjut pada Rabu pekan lalu (9/6) dengan serentak Angkatan Ke-2 Onboarding Directorship Program dan Angkatan Pertama Onboarding Commissioner Program.

Erick menuturkan, direksi dan komisaris tidak hanya siap diangkat namun juga harus siap belajar dan bertransformasi bahkan harus siap dicopot jika tidak memenuhi kriteria. Dia berharap, pelatihan ini menjadi keseriusan para komisaris beserta jajarannya.

"Saya berharap ini menjadi keseriusan bersama yang terus dijaga. Tuntutan ke depan untuk berkompetisi sangat tinggi di tengah perubahan dan pasar yang semakin terbuka. Karena itu kita harus menjadi yang terbaik. Ingat, tiap Direksi dan Komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia, juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, serta tidak sejalan dengan core values akhlak dan GCG," tandasnya.

Seperti diketahui, pada beberapa waktu lalu Erick Thohir merombak jajaran komisaris BUMN. Beberapa nama yang muncul seperti eks Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dan Abdi Negara Nurdin atau yang akrab disapa Abdee Slank masuk ke dalam jajaran komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, ada eks Timses Jokowi, M Arief Rosyid Hasan menjadi Komisaris Independen di Bank Syariah Indonesia dan beberapa anggota politikus partai seperti Rizal Mallarangeng dari Partai Golkar ini diangkat sebagai komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) pada Juni 2020.

(ara/ara)