Uji Coba Roket Mars Milik Elon Musk Diundur?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 12:08 WIB
Prototipe roket Starship berhasil mendarat untuk pertama kalinya
Foto: SpaceX
Jakarta -

Perusahaan pembuat roket luar angkasa SpaceX, telah menargetkan akan melaksanakan uji coba penerbangan orbital pertamanya dengan sistem Starship raksasa pada Juli mendatang.

Melansir CNN, Rabu (16/6/2021), CEO SpaceX Elon Musk mengkonfirmasi dalam sebuah cuitan di akun twitter miliknya pada 16 Maret lalu bahwa perusahaan tersebut telah menargetkan peluncuran orbital pertamanya pada Juli mendatang. Informasi ini juga telah dilaporkan oleh NASASpaceflight bahwa SpaceX telah menentukan target peluncuran pada tanggal 1 Juli.

Meski demikian, SpaceX diperkirakan tidak dapat melaksanakan peluncuran roket luar angkasa tersebut tepat waktu pada Juli mendatang. Hal ini dikarenakan SpaceX masih harus melewati serangkaian penelitian terkait dampak dari penerbangan tersebut terhadap lingkungan.

Bergantung pada hasil penilaian tersebut, SpaceX mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk melalui tinjauan yang lebih rinci terhadap dampak yang mungkin dihasilkan oleh peluncuran Starship terhadap lingkungan. Hanya setelah proses itu selesai, barulah Administrasi Penerbangan Federal (FFA) dapan melisensikan SpaceX dan memungkinan mereka untuk melakukan peluncuran Starship ke orbital bumi.

Dalam pengajuan dengan Komisi Komunikasi Federal yang diposting bulan lalu, SpaceX telah memaparkan rencana uji coba penerbangannya untuk misi orbital pertama Starship. Perusahaan bermaksud untuk meluncurkan Starship di atas pendorong roket Super Heavy dari fasilitas Texas Selatan sebelum pendorong itu berpisah dan kembali ke bumi di sekitar Teluk Meksiko sekitar delapan menit kemudian.

Pesawat ruang angkasa Starship kemudian akan terus mengudara melalui orbit dan 'membakar' mesinnya selama sekitar sembilan menit. Sekitar satu setengah jam setelah itu, ia akan menyelam kembali ke atmosfer bumi di sekitar Pasifik, sekitar 60 mil dari pulau Kauai di Hawaii.

Hanya saja menurut sumber yang mengetahui proses perizinan tersebut, peninjauan dan persetujuan tersebut diperkirakan tidak dapat selesai tepat pada tenggat waktu peluncuran yakni pada awal Juli mendatang. Itu berarti, agar SpaceX tetap mematuhi aturan federal, kemungkinan mereka harus menunda tanggal peluncuran roket Starship miliknya.

Padahal roket Starship raksasa ini telah digadang-gadang akan menjadi kendaraan peluncuran paling kuat yang pernah dibuat. Perusahaan berharap, pada akhirnya sistem roket Starship ini dapat membawa manusia hingga ke Mars.

Versi terakhir dari pesawat ruang angkasa Starship diharapkan dapat berisi enam mesin roket dengan booster Super Heavy bisa memiliki hampir 30 mesin, memberikan roket roket tersebut lebih dari 16 juta pon daya dorong. Itu lebih dari dua kali total daya dorong yang dihasilkan roket Saturn V NASA, yang mendukung pendaratan di bulan pada pertengahan abad ke-20, dan selama beberapa dekade telah memegang rekor kendaraan peluncuran paling kuat yang pernah diterbangkan.

(fdl/fdl)