Jokowi Ingin Porang dan Sarang Walet Jadi Komoditas Unggulan Nasional

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 17:40 WIB
Budidaya sarang burung walet memang sangat menggiurkan dan menjanjikan untung segunung. Itulah yang dirasakan oleh Marsel pengusaha yang baru saja merintis usaha tersebut. Gimana kisahnya?
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini memiliki perhatian besar terhadap peningkatan berbagai komoditas pertanian. Termasuk komoditas porang dan sarang burung walet.

Menurutnya, Jokowi dan seluruh jajaran istana mendorong kemajuan sektor pertanian untuk memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.

"Saya baru rapat dengan Presiden 2 minggu lalu dan membicarakan porang serta sarang burung walet. Bayangkan Istana rapat hanya membicarakan porang dan sarang burung walet. Ini kan sangat serius. Presiden sangat serius ingin budi daya porang dan walet ini menjadi komoditas unggulan nasional," kata Moeldoko dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Saat menjadi pembicara pada Jaya Suprana Show, Moeldoko menjelaskan komoditas porang sudah berkembang di wilayah sentra Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Komoditas ini mendadak tenar seiring banyak pabrik dan perusahaan dunia membutuhkan porang sebagai bahan baku makanan.

"Sekarang tepung mie saja bisa dibuat dari porang. Dan itu lebih sehat dibanding mie biasanya. Kemudian permintaan sarang burung walet juga kian hari kian meningkat," imbuhnya

Moeldoko menegaskan sektor pertanian adalah kekuatan utama sekaligus benteng negara dalam menghadapi gelombang pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia. Oleh karena itu, kata dia, HKTI siap bekerja sama dan bekerja keras membantu petani dalam meningkatkan produksi.

"Secara rasional pertumbuhan yang masih bertahan saat ini adalah sektor pertanian. Yang lainnya drop," katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini juga terus mengoptimalkan budi daya dan produktivitas dua komoditas tersebut sebagai komoditas ekspor andalan Indonesia di pasar dunia.

Apalagi, komoditas porang dapat dibudidayakan di hampir seluruh daerah. Bahkan porang bisa menjadi bahan baku berbagai produk olahan sehat yang diminati masyarakat dunia. Begitu juga dengan komoditas sarang burung walet.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatannya mengatakan akan mengoptimalkan budi daya sarang burung walet dan produktivitas porang secara maksimal.

"Oleh karena itu, kita akan kembangkan dan mengakselerasi porang walet mulai dari hulu samlak ke hilir, terutama melakukan pembinaan-pembinaan teknis kepada petani baik porang maupun sarang burung walet," jelasnya.

Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo sudah menitipkan pesan kuat agar upaya peningkatan dua komoditas tersebut berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, ia mengingatkan akan ada regulasi yang nantinya tidak menghambat para petani dan industri lokal dalam melakukan budidaya.

"Saya selaku Mentan bersama dengan Mendag akan mencoba melakukan upaya maksimal serta memberikan ruang bagi petani porang dan tentu petani rumah burung walet agar besok kita mendapatkan nilai-nilai ekspor yang lebih banyak bagi kepentingan negeri dan rakyat," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor hasil pertanian selama Januari-Mei 2021 mengalami kenaikan tinggi, yakni sebesar 13,39%. Kenaikan terjadi karena subsektor tanaman obat, sarang burung walet dan produk olahan lainnya seperti rempah dan kopi mengalami kenaikan permintaan. Dengan hasil tersebut, maka sektor pertanian secara kumulatif menyumbang kenaikan tinggi terhadap industri pengolahan, yakni sebesar 30,53%.

(ncm/hns)