99% UMKM Terima Bantuan Pemerintah, Mayoritas Belanja Bahan Baku

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 15:03 WIB
Sekelompok ibu-ibu di sudut Kota Tangerang mengisi waktu dengan membatik. Lewat batik tulis, mereka dapat berkreasi sekaligus penuhi kebutuhan hidup sehari-hari
Ilustrasi UMKM/Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mengajarkan dunia usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dan bertransformasi secara cepat. Oleh karena itu, pemerintah memberikan banyak bantuan, dari mulai sisi suplai hingga sisi permintaan.

Bantuan yang diberikan pemerintah mulai dari bantuan modal kerja, subsidi kredit UMKM, hingga relaksasi bunga kredit perbankan demi mempertahankan sektor UMKM. Pemerintah juga mendorong sisi permintaan agar pengusaha UMKM terus menggeliatkan usahanya meski masih dalam pandemi.

Stafsus Menkop UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari menyampaikan dari survei beberapa pihak, khususnya survei yang mengkaji dampak program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terhadap UMKM, seperti yang dirilis Lembaga Demografi FMB UI, menunjukkan 99% UMKM sudah mendaftar dan menerima bantuan pemerintah.

"Lalu mayoritasnya membelanjakan bantuan tersebut untuk membeli bahan baku dan barang modal," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan pada Dialog Produktif KPCPEN bertema Kreativitas UMKM Bertahan di Masa Pandemi, yang ditayangkan di FMB9ID IKP, Rabu (16/6).

Menurut Fiki, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro yang sudah tersalurkan hingga saat ini menggapai 9,8 juta usaha mikro atau setara dengan Rp 11,76 triliun. Jumlah tersebut mencapai 77% dari pagu anggaran yang totalnya sejumlah Rp 16,36 triliun. Banpres Produktif tahap kedua akan kembali dibuka pada Juni ini dengan menyasar 3 juta usaha mikro.

Kemenkop UKM juga tengah mengkaji pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM unggulan untuk bisa mendapatkan kredit hingga Rp 20 miliar supaya UMKM Indonesia bersaing di kancah global.

"Kita berharap ini bisa segera ditetapkan pemerintah," ungkap Fiki.

Sebagai salah satu mitra strategis pemerintah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjelaskan di masa pandemi mereka terus fokus mendampingi UMKM.

"Total portofolio kredit BRI lebih dari 80%-nya adalah UMKM. Oleh karena itu BRI betul-betul berusaha menjadi mitra strategis pemerintah mengakselerasi program PEN 2021 ini," terang Direktur Bisnis Kecil & Menengah BRI, Amam Sukriyanto

Menanggapi wacana pemerintah meningkatkan KUR hingga Rp 20 miliar, Amam siap menyambut rencana tersebut,

"Kita dengan senang hati menunggu aturan pemerintah yang baru apabila nanti bisa sampai mengucurkan KUR hingga Rp 20 miliar," ungkapnya.

UMKM di Indonesia saat ini dinilai sudah mulai bangkit. Walau begitu, mereka belum secara keseluruhan pulih karena adanya transisi ke arah digital.

"UMKM di Indonesia di Indonesia saat ini memang sudah mulai bangkit meski belum pulih seperti 2019 lalu, karena memang banyak yang beralih ke digital. Kami mencatat sekitar 5 juta pemain baru di marketplace online pada saat pandemi ini. Mau tidak mau memang UMKM harus masuk dunia digital atau marketplace supaya bisa bertahan," ungkap Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun.

Ikhsan menyampaikan inisiatif Banpres Produktif Usaha Mikro yang digagas dalam program PEN 2020 dan 2021 sangat tepat dalam membantu pengusaha mikro yang pada saat pandemi kesulitan modal untuk bertahan.

"Selain pengusaha mikro, ada tipikal UMKM yang tidak mampu membayar utangnya, yang akhirnya diberikan keringanan pembayaran suku bunga kredit, bahkan bunganya didiskon 50% lewat kebijakan pemerintah. Untuk UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi diberikan KUR yang sangat membantu mereka untuk bertransformasi," jelasnya.

Pendapat tersebut diamini Pengusaha Pemilik Palem Craft, Deddy Effendy. Ia berharap UMKM dapat diberikan keringanan agar dapat bernapas.

"Kami memang di masa pandemi bisa merasakan stimulus pengurangan suku bunga kredit. Sehingga pengusaha UMKM bernapas cukup panjang di masa pandemi ini," terangnya.

(prf/hns)