Lolos Dari Pailit, Bata Sempat Tutup Puluhan Gerai dan PHK Karyawan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 16:26 WIB
Produsen alas kaki PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mulai gencar untuk menjual produknya melalui e-commerce. Tahun ini perusahaan alas kaki tersebut menargetkan memproduksi 4,5 juta pasang alas kaki.
Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah 'memukul telak' sektor ritel di tanah air. Beberapa perusahaan bermerek besar banyak yang harus tutup toko hingga perampingan karyawan, termasuk perusahaan pemilik merek sepatu Bata.

PT Sepatu Bata Tbk menyatakan pihaknya mengalami penurunan penjualan hingga kunjungan toko. Dalam paparan publik, Bata mengumumkan penjualannya turun 51% pada 2020. Perusahaan hanya mencatatkan penjualan Rp 459 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 931 miliar.

Adapun keuangan perusahaan di tahun 2020 ditutup minus. Direktur Sepatu Bata Sanusi Kamad dalam sebuah konferensi pers paparan publik virtual, bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 177 miliar di 2020.

"Laba usaha tahun ini minus Rp 177 miliar, tahun sebelumnya plus Rp 23 miliar. Hal ini terjadi akibat dampak COVID," papar Sanusi dalam konferensi pers paparan publik virtual PT Sepatu Bata Tbk, Rabu (16/6/2021).

Sebelumnya, Sepatu Bata sempat melakukan pencabutan status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) alias pailit di Pengadilan Niaga. Pencabutan PKPU ini dilakukan sejak 20 Mei yang lalu.

Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko mengatakan pencabutan status pailit membuktikan bahwa keuangan perusahaan masih sehat. Dia mengatakan gugatan pailit itu diajukan karena ada utang bisnis, namun utang itu kini sudah dibayar.

Meskipun selamat dari kondisi pailit, PT Sepatu Bata sempat menutup sejumlah toko miliknya guna merampingkan keuangan perusahaan.

Adapun Hatta mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan penutupan toko, meskipun dia mengklaim tidak banyak toko yang ditutup. Toko-toko yang ditutup ini disebut sudah tidak lagi memberikan keuntungan kepada perusahaan.

"Penutupan toko secara sengaja nggak ada, tapi kalau ada toko tidak profitable ya kita tutup. Tapi tidak ada penutupan besar-besaran," ungkap Hatta dalam dalam acara yang sama.

Hingga saat ini setidaknya, penutupan sudah dilakukan pada 50 toko yang tidak menguntungkan. Hatta memaparkan bahwa hingga bulan Mei 2021, jumlah gerai Sepatu Bata di seluruh Indonesia saat ini tersisa 460 toko.

Dalam beberapa waktu ke depan, Hatta menyebutkan pihaknya tidak akan membuka toko baru, dan fokus dalam mengembangkan bisnis digital.

"Fokus kita nggak lagi buka toko, tapi digital bisnis, penjualan secara online akan ditingkatkan," kata Hatta.

Karena hal inilah pengurangan jumlah karyawan pun jadi tak terelakkan, Hatta menjelaskan banyak karyawan yang kontraknya habis tidak diperpanjang oleh perusahaan.

Sepatu Bata juga sempat melakukan perampingan karyawan dengan melakukan PHK, tapi Hatta menjelaskan jumlahnya tak banyak. Sayangnya, dia tak menyebutkan berapa banyak karyawan yang di-PHK, maupun yang tidak diperpanjang kontraknya.

Lihat juga video 'Soroti PHK, Jokowi Minta APBD Dipakai Buat Program Padat Karya':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)