Corona di Jakarta Makin Ngeri, Pegawai Kemnaker 25% WFH

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 12:41 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengungkap adanya kenaikan jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di klaster kantor. Untuk itu, prokes harus dikedepankan dengan sangat ketat.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kasus Corona (COVID-19) di Jakarta tengah melonjak. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sendiri telah menerapkan 25% pegawainya untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Kami masih menerapkan sebagian WFH. Sampai saat ini kisaran 25%. Sesuai kondisi dari unit masing-masing. Namun kalau ada satu unit yg terkena, segera kita lakukan swab semua dan kita sterilisasi ruangan, didisinfectan," jelas Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Namun, Anwar mengatakan pihak Kemnaker juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait kebijakan WFH itu sendiri.

"Kami sementara menunggu arahan KemenPan dan RB untuk melakukan WFH," katanya.

Untuk jumlah kasus COVID-19 di Kemnaker, Anwar mengungkap jumlahnya masih terkendali dan pihaknya masih terus mengawasi terutama saat ini.

"Ada dan terus kita pantau, dari jumlah fluktuatif, hingga saat ini masih dalam kendali. Namun terus kita awasi, terutama akhir-akhir ini," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi soal pernyataan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo yang mengatakan telah mendapatkan banyak usulan dari beberapa Kementerian/Lembaga untuk lockdown, Anwar menegaskan Kemnaker tidak mengusulkan hal tersebut.

Namun, pihaknya mendukung jika kebijakan itu akan dilakukan. "Kami tidak mengusulkan, namun kalau keputusan kita akan mendukung," katanya.

Sebagai informasi, Tjahjo Kumolo mengatakan telah mendapatkan banyak usulan dari sejumlah Kementerian/Lembaga khususnya di daerah Jakarta untuk lockdown. Usulan itu menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19.

"Ada usulan (lockdown) beberapa kementerian, lembaga, instansi karena staf positif di kantor meningkat. Walau yang positif bawaan dari luar (mungkin keluarga/lingkungan di mana bergaul)," ujar Tjahjo dikutip dari CNNIndonesia.

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan untuk saat ini pihaknya menyerahkan keputusan bekerja dari rumah kepada pimpinan di masing-masing instansi.

"Tapi Kemenpan-RB untuk kerja di kantor dan di rumah menyerahkan semuanya kepada pimpinan K/L melihat situasi dan kondisi yang ada di K/L/Instansi dan Pemda masing-masing. Pan-RB menunggu saja apa yg jadi keputusan serta bagaimana ke depan tetapi yg penting ASN harus tetap produktif harus tetap sehat," jelasnya.

Simak Video: Kasus Corona DKI Naik, Pangdam-Kapolda Metro Lakukan Evaluasi

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)