Ngobrol Kartu Prakerja, Airlangga Dicurhati Driver Online

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 20:47 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Kemenko Perekonomian

Sementara itu, salah seorang penerima Kartu Prakerja, Alvian Setiadi mengaku sedang mengalami kesulitan mencari pekerjaan saat mengikuti Program Kartu Prakerja sebelumnya. Ia kemudian mengambil sejumlah pelatihan di antaranya kursus mahir AutoCAD dalam 2 minggu dan sukses membuat desain web dalam 3 jam.

Ia mengatakan pelatihan tersebut diikutinya agar bisa mendapatkan sertifikat yang bermanfaat untuk mendukung pencarian kerja. Alvian mengungkap dengan berbekal keahlian dari pelatihan tersebut, kini ia bekerja sebagai pekerja lepas di bidang desain grafis dan bangunan.

Selain itu, ada juga kisah Rita, mantan seorang pegawai bank yang beralih pekerjaan menjadi driver Grab. Ia mengatakan di awal masa pandemi penumpang yang bisa didapatkan sangatlah sedikit, bahkan terkadang tidak ada.

Setelah itu, lanjut Rita, ia mendapatkan tawaran dari Grab sekaligus dipandu untuk mengikuti Program Kartu Prakerja. Meski sempat berpikir tidak diterima sejak pendaftaran gelombang pertama, Rita akhirnya berhasil mendapat kuota di gelombang ke-4.

Ia menjelaskan dana yang didapatnya dari Kartu Prakerja dimanfaatkan untuk membeli 4 kelas pelatihan terkait baking. Dalam pelatihan tersebut, Rita mendapatkan motivasi untuk membuka usaha kuliner.

Pada kesempatan itu, ia pun secara resmi mengumumkan kepada audience yang hadir bahwa ia telah membuka usaha kuliner. Rita pun mengaku senang dapat berjumpa secara fisik dan berbagi kisahnya dalam kegiatan ini. Bahkan, kisah inspiratifnya membuat Rita mendapatkan peralatan baking dalam kegiatan tersebut.

"Menurut saya program Prakerja ini sangat bagus sekali dan bisa dilanjutkan. Siapapun yang bertujuan menjadi wirausaha, pasti akan berhasil asal dia sungguh-sungguh" pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan di Surakarta ini Airlangga turut membuka diskusi "Good Governance Prakerja" yang diadakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) secara virtual. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan bahwa keterlibatan dan kontribusi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola yang baik dari Kartu Prakerja.


(akn/hns)