Pengelolaan Gudang di Bandara Sekarang Pakai Sistem Digital

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 08:40 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/3/2020). PT Angkasa Pura II mencatat penurunan penumpang sebanyak 4-5 persen pada Februari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh menurunnya pergerakan pesawat di bandara-bandara yang dikelola perusahaan sebesar enam persen akibat wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

PT Angkasa Pura Sarana Digital (PT APSD) menggandeng Ritase untuk mendigitalisasi proses pengelolaan gudang di bandara.

PT APSD sebagai bagian dari Angkasa Pura II Group, tengah menggarap inovasi dan pengembangan di bidang teknologi untuk menciptakan bandara cerdas (smart airport), baik dari segi infrastruktur maupun teknologi perangkat lunaknya di seluruh bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero).

Di antaranya adalah dengan kegiatan pergudangan bandara yang merupakan jalur lintas yang strategis untuk pendistribusian barang dalam menunjang kegiatan logistik nasional, dengan mempertimbangkan kompleksitas masalah pergudangan di lingkungan bandara, membutuhkan tata kelola khusus karena terkait data dan juga kewajiban melakukan proses intergritas data dengan beberapa pihak terkait.

Direktur PT APSD Ferdian Agustiana mengatakan, dengan sinergi antara APSD dan Ritase ini nantinya, sistem Warehouse Management System (WMS) akan memberikan akses melalui media internet sehingga para consignee tidak perlu lagi datang ke bandara untuk mengetahui informasi kedatangan barang.

Dengan demikian, salah satu keuntungan yang didapat oleh PT APSD adalah mengembangkan potensi bisnis dengan variasi portofolio yang dapat memberikan manfaat serta memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

"Mudah-mudahan kerjasama ini tidak hanya terhenti di project ini saja, namun untuk project-project berikutnya untuk membangun digitalisasi di bidang logistik secara berkelanjutan," jelas Ferdian Agustiana, Sabtu (19/6/2021).

Dia mengatakan, pihaknya bertekad untuk selalu berupaya mengembangkan serta meningkatkan potensi bisnis digital baik dari sisi layanan jaringan maupun solusi bisnis di antaranya dengan melakukan pengembangan digitalisasi dalam bidang logistik. Sementara itu CEO & Founder Ritase Iman Kusnadi berharap dengan adanya kerjasama ini diharapkan Ritase bisa membawa APSD menjadi perusahaan penyedia peranti lunak (software) yang lebih baik.

"Ritase selalu mengedepankan teknologi terbaik di bidang logistik, baik itu untuk transportasi maupun pergudangan. Dengan adanya kerjasama ini kami bisa saling bersinergi memberikan layanan terbaik kami," ucap dia.

(fdl/fdl)