Perjalanan Coca-Cola dari AS hingga Bisa ke RI

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 20 Jun 2021 13:24 WIB
Ternyata Ini Alasan Kemasan Coca-Cola Berwarna Merah
Foto: Getty Images/Fotoatelie
Jakarta -

Coca-Cola adalah salah satu merek dagang paling terkenal di dunia asal Amerika Serikat (AS). Di Indonesia pun minuman bersoda itu cukup banyak penggemarnya.

Dikutip dari situs resminya, Minggu (20/6/2021), Coca-Cola pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 1927. Ketika itu, Netherland Indische Mineral Water Fabrieck (Pabrik Air Mineral Hindia Belanda) membotolkan untuk pertama kalinya di Batavia (Jakarta).

Setelah sempat berhenti beroperasi pada 1942, Coca-Cola mulai diproduksi kembali oleh Indonesia Bottler Limited (IBL), perusahaan nasional yang didirikan oleh TH Ticoalu, Tatang Nana, dan Harry Handoyo.

Pabrik tersebut memproduksi 1.000-1.500 cases Coca-Cola setiap harinya, dan mempekerjakan 25 orang yang dibantu oleh 3-7 truk untuk pendistribusian.

Sejak tahun 1960-an, berbagai produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan ke pasar Indonesia. Pada tahun 2000, 10 operasi pembotolan dikonsolidasikan di bawah Coca-Cola Amatil Indonesia.

Pada 1996, Coca-Cola Amatil memulai produksi dalam botol plastik (PET) untuk pertama kalinya.

Di tahun 2016, Coca-Cola Amatil Indonesia mempekerjakan lebih dari 12,000 karyawan orang di 8 pabrik pembotolan dan di lebih dari 200 pusat penjualan dan distribusi di seluruh negeri.

Berdasarkan studi "Merek Global Terbaik" Interbrand tahun 2015, Coca-Cola adalah merek paling berharga ketiga di dunia, setelah Apple dan Google. Minuman bersoda itu sempat berada di peringkat No. 87 dalam daftar Fortune 500 2018 dari perusahaan AS terbesar berdasarkan total pendapatan.

Meskipun tergolong minuman yang tidak sehat, kesuksesan Coca-Cola dalam pengembangan produk dan bisnis kerap dijadikan contoh inspiratif bagi masyarakat. Perusahaan itu sampai mendirikan museum khusus yang membahas produk mereka.

Museum itu bernama World of Coca-Cola yang terletak di Atlanta, Georgia, AS. Dikutip dari situs resminya, museum ini didedikasikan sepenuhnya untuk penggemar Coke.

Di sana pengunjung dapat melihat pameran mengenai sejarah minuman bersoda itu, perannya dalam budaya pop, dan proses pengemasannya. Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memungkinkan pengunjung mencicipi aneka Coca-Cola dari berbagai negara.

Area bernama Taste It! akan menyuguhkan lebih dari 100 varian Coke dari Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Amerika Utara. Pengunjung boleh mencicipi sepuasnya.

Di samping itu ada pula toko suvenir yang menyediakan berbagai barang dengan desain khas Coca-Cola. Toko suvenir ini ramai dikunjungi oleh pengunjung yang ingin membawakan keluarga mereka oleh-oleh.

World of Coca-Cola ini buka setiap hari dengan jam operasional yang menyesuaikan musim. Umumnya, mereka akan buka mulai 10.00-17.00 waktu setempat untuk hari biasa dan Minggu, dan buka lebih lama di hari Sabtu dan libur musim panas. Untuk tiketnya dibanderol mulai US$ 17 (Rp 242 ribu) untuk dewasa, US$ 15 (Rp 213 ribu) untuk manula, dan US$ 13 (Rp 185 ribu) untuk anak berusia 3-12 tahun.

(aid/zlf)