Wakili Asia, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Badan Pangan Dunia

ADVERTISEMENT

Wakili Asia, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Dewan Badan Pangan Dunia

Khoirul Anam - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 14:56 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas kepercayaan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk Indonesia menjadi anggota Dewan FAO, mewakili Asia. Menurutnya, kepercayaan ini bermakna pengakuan atas kinerja positif sektor pertanian nasional.

"Pertanian kita dinilai tumbuh luar biasa oleh FAO dalam beberapa waktu terakhir. Sektor pertanian Indonesia telah memberikan kontribusi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif. Maka penunjukan sebagai anggota dewan ini, kami nilai sebagai kepercayaan yang luar biasa," papar Syahrul dalam keterangannya, Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut, Syahrul menyebut program pembangunan sektor pertanian di bawah arahan Presiden Joko Widodo terus membuahkan hasil positif. Kinerja dan kontribusinya terhadap pemulihan ekonomi sangat baik dan terjaga.

"Kita berharap program pertanian Indonesia, mampu mewarnai kebijakan pertanian dunia. Menginspirasi bagi negara lain, dan kita berperan dalam menyediakan pangan masyarakat dunia," katanya.

Sebagai informasi, dalam sidang ke-42 Konferensi FAO yang diselenggarakan secara virtual pada 14-18 Juni 2021, Indonesia terpilih sebagai Anggota Dewan FAO periode 2021-2024. Indonesia dinominasikan oleh Filipina dan India mewakili Grup Asia bersama dengan 5 (lima) negara anggota lainnya, yaitu Bangladesh, Filipina, Jepang, China, dan Republik Korea.

Sebagai anggota Dewan FAO 2021-2024, Indonesia dapat berperan aktif mewarnai berbagai kebijakan di FAO, khususnya terkait pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 2030, transformasi sistem pangan berkelanjutan, dan pengawalan kerja sama teknis melalui platform Hand-in-Hand Initiative (HIHI) yang dapat disinergikan dengan Indonesia melalui Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular.

Adapun Syahrul menyoroti pentingnya upaya berkelanjutan untuk transformasi menuju sistem pertanian pangan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Transformasi sistem pertanian pangan di Indonesia, kata dia, telah dilakukan dengan mengedepankan prinsip berorientasi lokal, kolaboratif, transformatif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan FAO dan anggotanya, termasuk melalui Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular. Secara khusus, penguatan kolaborasi menjadi sangat penting dalam penanganan dampak COVID-19 terhadap sistem pangan dan pertanian," tutupnya.

(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT