Aktivitas Masyarakat Meningkat, Penjualan Mobil Naik Eh Corona Meledak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 16:25 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi Sri Mulyani (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap data pergerakan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir yang mengalami peningkatan. menurut data yang dipaparkannya, aktivitas masyarakat di Q2 2021 menunuukkan mobilitas tinggi.

Rata-rata mobilitas April-Juni 2021 merupakan tertinggi dibanding triwulan-triwulan di masa pandemi.

"Perubahan mobilitas ini capai positif sejak Maret, April, Mei, Juni selalu meningkat positif. Masyarakat sudah lakukan aktivitas baik dari sisi kegiatan di ritel dan recreation grocery," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2021, Senin (21/6/2021).

Kondisi ini memberi sejumlah implikasi positif, sekaligus negatif secara bersamaan.

Penjualan Mobil Sempat Tembus 900%

Kepercayaan masyarakat akan dimulainya pemulihan ekonomi telah mendorong minat untuk kembali berbelanja. Salah satunya tercermin dari penjualan mobil yang tampak menggeliat pada Mei 2021 ditopang oleh tren penurunan suku bunga kredit, pelonggaran kebijakan kredit hingga insentif perpajakan.

Penjualan mobil di Mei tumbuh tinggi mencapai 54,8 ribu unit.

"Penjualan kendaraan bermotor meningkat Loncatannya 900% untuk April yang lalu dan Mei 1044% yoy," kata sri Mulyani.

Konsumsi Listrik Naik

Indikator lain yang menunjukkan dampak positif pergerakan masyarakat adalah tingkat konsumsi listrik yang meningkat.

"Bulan lalu semua masuk zona positif sekarang double digit yang cukup tinggi, total 16,6% yoy. Kalau lihat di komposisi faktornya rumah tangga tumbuh 10,4% ini jelaskan 45,8% dari total konsumsi listrik," kata Sri Mulyani.

Bukan hanya konsumsi listrik rumah tangga yang mengalami peningkatan. Dari sektor pelanggan bisnis juga menunjukkan peningkatan konsumsi listrik.

"Bisnis itu 21,7% meneruskan kenaikan sebelumnya yang cukup tinggi. Industri meloncat di 28,8% ini konsumsi listrik across the board alami kenaikan signifikan berlanjut dari bulan lalu ini hal yang cukup baik. Dari bisnis itu adalah bisnis yang di atas 200 kva, bisnis yang lainnya yang 200 kva tumbuh 35,7%. Sedangkan yang lain double digit yang lemah di 1300va," tutur dia.

Angka penularan COVID-19 Meningkat

Sayang kondisi itu tak cukup membuat pemerintah lega. Karena saat ini Indonesia kembali dihantui ledakan angka penularan virus Corona.

Jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia pada Senin (21/9/2020) bertambah 4.176. Total tercatat 248.852 positif, 180.797 sembuh, 9.677 meninggal. Sementara itu jumlah pemeriksaan spesimen dalam sehari tercatat sebanyak 27.525. Jumlah suspek yang tercatat sebanyak 108.880.

"Ini merupakan hal positif namun eksesnya dampaknya ke COVID yang meningkat minggu ini harus diperhatikan hati hati. Di satu sisi positif tapi di sisi lain ada implikasinya," tegas Sri Mulyani.

Ledakan kasus ini, lanjut Sri Mulyani, harus mendapat perhatian khusus karena bila pandemi virus Corona gagal dijinakkan, maka apapun program pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah bisa gagal.

"Kita harap COVID bisa dikendalikan. Karena kalau tidak, kita nggak bisa normalisasi apapun baik pendidikan, keagamaan maupun ekonomi," tandas Sri Mulyani.

(dna/dna)