Barang dari China Terancam Langka, Ini 3 Faktanya

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 20:00 WIB
Pelabuhan China
Ilustrasi/Foto: Rita Uli Hutapea

2. Biaya Logistik Meroket

Kemacetan di China selatan telah membuat perusahaan pelayaran besar memperingatkan klien tentang penundaan, perubahan rute dan tujuan kapal, dan lonjakan biaya.

Maersk, operator kapal dan pelayaran peti kemas terbesar di dunia memberi tahu klien minggu lalu bahwa kapal dapat ditunda di Yantian setidaknya selama 16 hari.

Sementara perusahaan mengatakan akan mengalihkan beberapa operator ke pelabuhan alternatif, tapi itu tidak serta merta menyelesaikan masalah. Maersk memperingatkan bahwa waktu tunggu di tempat-tempat seperti pelabuhan lain di Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong dapat meningkat karena semakin banyak kapal yang membanjiri.

Raksasa pengiriman Hapag-Lloyd, MSC, dan Cosco Shipping telah menaikkan tarif pengiriman untuk kargo antara Asia dan Amerika Utara atau Eropa. MSC misalnya, mengatakan bulan ini bahwa mereka akan meningkatkan biaya pengiriman dari Asia ke Amerika Utara sebanyak US$ 3.798 per kontainer berukuran 45 kaki.

Menurut Drewry Shipping yang berbasis di London, tarif untuk delapan rute utama Timur-Barat semuanya melonjak dari periode yang sama tahun lalu. Lonjakan harga terbesar terjadi di sepanjang rute dari Shanghai ke Rotterdam di Belanda yang melonjak 534% dari tahun lalu menjadi lebih dari US$ 11.000 untuk kontainer 40 kaki.

Tarif angkutan kontainer rata-rata dari China ke Eropa baru-baru ini mencapai US$ 11.352,33, merupakan level tertinggi setidaknya sejak 2017 menurut Refinitiv.

3. Pengusaha Cemaskan Kelangkaan Barang

Kepala analis pengiriman untuk Bimco, Peter Sand mengatakan tumpukan kontainer di Yantian menambahkan gangguan ekstra pada rantai pasokan global yang sudah tertekan, termasuk jalur pelayaran yang signifikan.

"(Orang-orang) mungkin tidak menemukan semua yang mereka cari di rak saat berbelanja hadiah Natal di akhir tahun," ujarnya.

Federasi Ritel Nasional meminta Presiden AS Joe Biden awal pekan ini untuk mengatasi kebuntuan di pelabuhan AS. Dalam sepucuk surat kepada Biden.

"(Masalah tersebut) tidak hanya menambah hari dan minggu ke rantai pasokan kami, tetapi telah menyebabkan kekurangan persediaan, memengaruhi kemampuan kami untuk melayani pelanggan kami," ujar federasi.


(toy/eds)