Anggota DPR Puji Pelaksanaan Program Swasembada Pangan Kementan

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 19:14 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengawal panen raya padi dan gerakan serap gabah petani di seluruh daerah.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur memuji pelaksanaan program swasembada pangan yang turut mendongkrak kesejahteraan petani. Menurutnya, petani di NTT sangat terbantu dengan alat mesin pertanian (Alsintan) yang dapat mengurangi losses panen dan menambah efektivitas kerja petani.

"Program P2L itu juga luar biasa dahsyatnya. Ibu-ibu rumah tangga sudah tidak ngerumpi aja sekarang sudah mulai tanam sayur, makan enak produksi sendiri sehingga menambah ekonomi keluarga. Jadi target pertanian menuju kepada swasembada pangan arahnya baik dan petani semangat dengan itu," terang Edward dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Menteri Pertanian (Mentan) di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema juga menambahkan Kementan melalui BPTP NTT menghasilkan benih padi inpari Nutri Zinc. Benih ini diketahui dapat membantu mengurangi stunting yang saat ini masih terjadi di NTT.

Menurut Yohanis, ke depannya benih unggul hasil penelitian Kementan perlu didorong untuk disosialisasikan. Ia berharap para petani bisa menggunakan benih unggul tersebut agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani serta masyarakat di sekitarnya.

"Terus terang atas nama masyarakat NTT, Sumba Timur, saya secara pribadi memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah menyetujui aspirasi kami dalam rapat dengar pendapat pada tanggal 25 Mei 2021 terkait realokasi anggaran dan refocusing kegiatan untuk mendukung program pemurnian pelestarian plasma nutfah sapi sumba ongole (SO) sekitar Rp 14 miliar," ungkap Yohanis.

"Ini suatu bentuk dalam upaya membangun pengembangan plasma nutfah sapi sumba ongole sehingga kemudian kita bisa perlahan-lahan mandiri dalam aspek ketersediaan daging sapi," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam program dan anggaran TA 2022, Kementan akan fokus pada beberapa program. Adapun program yang dimaksud antara lain program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah dan daya saing industri, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, program pendidikan dan pelatihan vokasi, serta program dukungan manajemen.

"Terkait program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas kegiatan utamanya antara lain pengembangan padi, jagung, kedelai, pangan lokal, perbenihan/perbibitan, peningkatan produksi sayuran dan tanaman obat, pengembangan sarana dan prasarana pertanian, kegiatan perkarantinaan. Kita fokus tingkatkan produksi pangan," pungkasnya.

(akd/hns)