Debat Panas, Anggota Komisi VI Ini Minta Direksi Garuda Mati

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 21:30 WIB

Nusron:

Justru itu yang saya pertanyakan, dua langkah itu dilakukan, pada satu sisi negosiasi dengan lessor, sisi lain adalah negosiasi utang lama yang dipilih oleh pak dirut yang sanggup dan optimis itu kira-kira sampai kapan selesai? Supaya saya ini bisa tidur nyenyak, bahwa nanti saya bangun eh Garuda masih hidup. Ini kapan kira-kira saya bisa tidur nyenyak, dan apa konsekuensinya kalau dari lack of time tadi ternyata gagal, ternyata garua kadung mati? Negosiasi utang lama gagal, kemudian Garuda mati, apa kompensasi yang bisa bapak berikan kepada kami pencinta Garuda agar bisa Garuda hidup kembali?

Irfan:

Penghitungan kita proses negosiasi misalnya lewat PKPU ataupun tidak lewat PKPU, kita tidak bisa lagi lewat dari tahun ini. Ini yang kita targetkan bersama internal kita.

Nusron:

Oke jelas, berarti ketemu Desember. Ketua saya usul sampai bulan Desember kita nggak usah rapat lagi dengan Garuda, kita tunggu Januari.

Irfan:

Sebentar pak, seperti yang saya sampaikan tadi adalah di dalam proses ktia melakukan proporsal kepada kreditur kita untuk utang-utang masa lalu maupun kepada para lessor kita untuk ke depan, ini ada kemungkinan besar kita memang mengajukan proposal dimana ada konsekuensi finansial dan ada konsekuensi debt to equity. Nah ini kami mohon izin apabila proposal itu membutuhkan dukungan politik dari DPR, kami mohon izin untuk bisa mempresentasikan proposal itu terlebih dahulu ke Komisi VI apabila diperlukan sejauh itu. Kalau tidak bisa diselesaikan secara korporasi tentu saja kita lakukan upaya secara korporasi.

Nusron:

Saya kira oke saja, tapi gini, saya sudah percaya ini, silahkan ambil dua langkah itu kalau yakin tahun ini dilakukan. Tapi kami nggak mampu menjamin apakah yang di debt equity swap itu mau, apakah Pertamina mau, apakah Himbara itu mau.

Irfan:

Maksud saya ini kan membutuhkan keputusan politik dari DPR karena punya implikasi terhadap jumlah saham pemerintah di Garuda.

Nusron:

Oh kami nggak masalah yang penting selamat, jangankan punya pemerintah, saham minoritas yang lain hilang pun saya nggak menangis. Tapi yang penting sekarang gini aja, Garuda hidup, Desember selesai sebagaimana janji bapak tadi, Januari kita ketemu. Kalau Garuda selamat saya appreciate sama bapak-bapak di sini. Tapi kalau sampai Garuda mati, bapak-bapak harus ikut mati.

Karena apa, saya cinta Garuda, nyawanya nggak ketolong, itu karena bapak-bapak yang janji menyelamatkan dengan opsi itu ternyata nggak mampu. Kalau saya mendingan saya pesimis, saya nggak sanggup saya minta opsi 1 kepada pemerintah. Tapi bapak nggak mau untuk itu, silahkan, itu hak saya hormati, kita ketemu Januari.

Irfan:

Enak juga jadi Nusron ya, tahun depan saya apply


(das/dna)