Kasus COVID Menggila, Stok Masker-Hand Sanitizer di Pasar Aman Nggak Ya?

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 17:28 WIB
Pasar Pramuka
Foto: Pasar Pramuka - Siti Fatimah/detikcom
Jakarta -

Tingkat kasus COVID-19 di DKI Jakarta dan beberapa kota besar lainnya mengalami peningkatan. Kebutuhan akan alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer pun melonjak. Bagaimana dengan stoknya?

Ketua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka Yoyon mengungkapkan, permintaan masyarakat akan masker dan hand sanitizer meningkat. Hal tersebut diyakini sebagai respons kesadaran masyarakat akan kenaikan kasus COVID-19.

"Tingkat minat pembeli ada peningkatan cuman kan di jalan-jalan juga banyak yang jual. Mungkin masyarakat juga sudah terpecah nggak beli masker di satu titik di sini lagi, memburu masker di Pasar Pramuka," kata Yoyon saat ditemui di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (23/6/2021).

Dia menyebut, kenaikan permintaan mencapai 20 persen dari kondisi sebelumnya. Mengenai harga masker dan hand sanitizer di Pasar Pramuka sangat bervariasi.

"Ada 7 ribu ada, yang literan pun ada yang mahal pun ada sampe 100 ribu. Masker pun sama ada yang 10 ribu, 30-40 ribu sampai dengan 150 ribu ada. Ada banyak pilihan masyarakat mau yang murah, sedang, atau mahal ada," tuturnya.

Sementara itu, perihal stok masker dan hand sanitizer, Yoyon mengatakan, di Pasar Pramuka masih dapat menutupi kebutuhan warga DKI Jakarta. Dia pun mengimbau agar warga tak melakukan panic buying atau membeli secara berlebihan.

"Stok masker dengan hand sanitizer alhamdulillah masih bisa menutupi kebutuhan warga DKI. Jadi warga gausah takut akan kekurangan masker kemudian nggak usah takut juga harga akan melonjak. Cuman pesen saya belanjanya jangan banyak-banyak, bagi-bagi lah dengan warga yang lain kan sama-sama butuh," tuturnya.

Saat ditanya mengenai adanya kemungkinan harga naik, Yoyon mengaku tak dapat menjamin apabila harga masker dan hand sanitizer stabil. Menurutnya, yang dapat menjamin harga barang tersebut yaitu distributor barang.

"Kalo pedagang tidak bisa memastikan, yang bisa memastikan itu distributor. Kalo distributornya menutup jalur ke kita ya otomatis barang jadi langka dan hukum pasar berlaku. Tapi untuk pedagang pramuka, barang ada saya jamin tidak akan begitu," pungkasnya.

(zlf/zlf)