Eks Pegawai Merpati Bertaruh Jadi Ojol-Kuli Bangunan Menanti Pesangon

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 06:00 WIB
Merpati ilustrasi
Foto: Nadia Permatasari
Jakarta -

Pesangon pegawai PT Merpati Nusantara Airlines yang belum dituntaskan berimbas pada kehidupan ekonomi pegawainya. Beberapa di antaranya banting setir menjadi ojek online, petani, kuli bangunan, bahkan tidak bekerja.

Kondisi tersebut diungkapkan Ketua Paguyuban Pilot Ex Merpati (PPEM) Capt Anthony Ajawaila. Dia mengatakan, pesangon dan pensiunan diharapkan dapat dinikmati untuk masa tua dan memenuhi kebutuhan keluarga, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Masing-masing eks pegawai berharap uang pesangon akan dinikmati di masa pensiun maupun untuk melanjutkan keberlangsungan hidup keluarganya," kata Capt Anthony di Jakarta, Rabu (21/6/2021).

"Tidak dibayarnya uang pesangon tersebut tentunya menjadi masalah di setiap keluarga pegawai, mulai dari adanya perceraian, anak sakit, putus sekolah, alih kerja menjadi supir ojol, tukang bangunan dan lain-lain. Bahkan setiap minggu kami mendengar kabar kematian rekan kami sesama eks pegawai Merpati (dalam kondisi pesangon atau pensiunan belum dibayar)," tambahnya.

Nasib karyawan PT Merpati Nusantara selama enam tahun tak kunjung pasti. Berdasarkan informasi, ada sebanyak 1.233 karyawan yang belum dapat pesangonFoto: Agung Pambudhy

Hal serupa juga diungkapkan Eks Awak Kabin Merpati, Muhammad Irfan. Kondisi mantan pramugara tak lebih baik dari sebelumnya. Dia mengaku, banyak teman-temannya yang berpisah dengan keluarga dan tidak bisa bekerja.

"Banyak yang cerai dengan keluarganya, ada yang kerja jadi ojek, bahkan ada yang kerja di sawah tidak dapat bayaran kecuali saat panen. Jangankan untuk ke Jakarta, untuk mereka kebutuhan aja buat sehari-hari kesulitan. Inilah yang perlu diketahui Bapak Presiden," kata Irfan.

Kembali ke Anthony, pihaknya telah mengupayakan agar para pegawai dan eks pilot mendapat hak-hak normatif selama bekerja di Merpati. Setidaknya hak-hak tersebut seperti cicilan pesangon yang belum dituntaskan sebanyak Rp 318 miliar, ditambah dengan hak manfaat pensiun dari 1.744 pensiunan sebesar Rp 94 miliar.

PPEM yang juga mewakili seluruh pegawai telah melayangkan surat terbuka pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut setidaknya diteken oleh 120 eks pilot Merpati.

Dalam salinan surat tersebut, mereka memohon agar Jokowi memperhatikan hak-hak para mantan karyawan Merpati agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian masalah.

"Kami mohon dengan sangat, perhatian serta pertolongan Bapak Presiden untuk membantu dapat segera dibayarkannya hak pesangon kami sejak 2016 belum tuntas diselesaikan oleh PT Merpati sebagai Perusahaan Milik Negara, begitupun hak Pensiun kami yang sampai saat ini tidak ada kepastian maupun kejelasan," ucap Capt Anthony Ajawaila.

Lihat juga video 'Pesangon di Omnibus Law, Pil Pahit Pekerja':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)