Beban Utang Makin Berat, Pemerintah Mesti Ngapain?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 23:00 WIB
Petaka Utang-Piutang
Foto: Ilustrasi utang pemerintah (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)

Menurutnya, ada kosekuensi jika utang yang berat ini dibiarkan. Dia bilang, APBN akan lumpuh dengan beban utang ini, dengan pokok dan bunga utang yang besar.

"APBN bisa menjadi pemicu krisis ekonomi. Kalau 20 tahun lalu krisis 1998 dipicu oleh nilai tukar, maka sekarang bisa dipicu oleh APBN yang berat digabung dengan krisis pandemi karena penanangan yang salah kaprah sejak awal. Jadi, gabungan dari kedua faktor itu potensial memicu krisis," ujarnya.

Dia menambahkan, jika dalam jangka pendek ini peningkatan kasus tidak bisa ditekan dan Amerika jadi menaikkan suku bunganya maka posisi ekonomi Indonesia akan sangat sulit. Suku bunga utang akan terdorong naik, mesti bersaing sama obligasi Amerika.

"Sementara pajak kita masih rendah dan pembiayaan dari obligasi. Kalau tidak bisa bayar dalam jangka pendek kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia merosot. Jika masih dipercaya bisa mungkin masih bisa profiling utang, minta penangguhan utang, tetapi itu berarti bunganya berarti numpuk," ungkapnya.


(acd/hns)