Tarif Parkir Mau Naik, Mending Pakai Angkutan Umum Atau Sepeda?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 13:23 WIB
Sejumlah mobil parkir di kawasan IRTI Monas, Jakarta, Selasa, (22/6/2021).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memiliki rencana untuk menaikkan tarif parkir mobil hingga Rp 60.000 per jam dan sepeda motor Rp 18.000 per jam. Sebenarnya jika tarif parkir naik, lebih baik naik angkutan umum atau bawa sepeda ya?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho menjelaskan pemilihan moda transportasi ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi orang yang menggunakan.

"Murah belum tentu efektif. Misalnya rumah di Bogor atau Depok lalu kerja di Jakarta dia naik sepeda tentu lebih murah karena menggunakan tenaga sendiri. Tapi apakah efisien? Tidak, karena waktu lebih lama, tenaga habis dan terlalu capek," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

Dia mengungkapkan kemudian untuk kendaraan umum memang pasti lebih murah dibandingkan ketika membawa kendaraan pribadi. Misalnya menggunakan commuterline atau shuttle bus.

"Tapi ini lebih efektif untuk yang bekerja di kantor, akan beda cerita kalau orangnya mobile ya ke sana-ke sini. Memang murah sih, tapi merepotkan," ujar dia.

Menurut Andy, menggunakan angkutan umum atau pribadi ini tergantung dari kebutuhan. Kemudian tenaga, kenyamanan dan efisien waktu juga harus dipikirkan oleh masyarakat yang akan menggunakan kendaraan.

Dia menambahkan sebelum tarif parkir ini diberlakukan, pemerintah provinsi juga harus menyiapkan sarana transportasi umum yang memadai. Jika transportasi massal sudah memiliki pelayanan yang sangat baik maka orang akan dengan mudah meninggalkan kendaraan pribadinya.

"Kalau MRT, LRT, bus, kereta sudah baik sekali, orang dengan sukarela akan pindah," ujarnya.

Simak Video: Catat! Ini Daftar Lokasi Parkir Motor Rp 18.000 Sejam

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)