Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai Sumber yang Aman

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 10:52 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemerintah akan sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi yang telah disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mengelola pembiayaan APBN. Jokowi bilang, defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan pembiayaan yang aman.

Demikian disampaikan Jokowi dalam acara Penyampaian LHP LKPP, IHPS II serta LHP Semester II Tahun 2020 seperti disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6/2021).

"Karena itu pemerintah akan sangat memperhatikan rekomendasi-rekomendasi BPK dalam mengelola pembiayaan APBN. Defisit anggaran dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dilaksanakan secara responsif mendukung kebijakan counter cyclical, dan mendukung akselerasi pemulihan sosial ekonomi, dikelola secara hati-hati, kredibel dan terukur," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta para menteri dan kepala lembaga untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK.

"Terakhir saya minta kepada para menteri, para kepala lembaga dan kepala daerah agar semua rekomendasi pemeriksaan BPK segera ditindaklanjuti dan diselesaikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan, pandemi belum berakhir. Maka itu, ia meminta kepada semua pihak tetap waspada.

Dia menuturkan, sejak pandemi, pemerintah telah melakukan langkah tak biasa dengan refocusing dan realokasi anggaran. Bahkan, defisit anggaran diperlebar sampai di atas 3%.

"Dan sejak pandemi muncul di tahun 2020 kita telah melakukan langkah-langkah extraordinary termasuk dengan perubahan APBN kita, refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan dan memberi ruang relaksasi APBN dapat diperlebar di atas 3% selama 3 tahun," ujar Jokowi.

"Pelebaran defisit harus kita lakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat untuk penanganan kesehatan dan perekonomian pada saat pendapatan negara mengalami penurunan," tambahnya.

(acd/eds)