Penumpang Terjun Bebas, Pengusaha Angkutan Tagih Stimulus Pemerintah

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 13:14 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Lonjakan kasus COVID-19 yang mendorong pemerintah melakukan pembatasan telah menurunkan jumlah penumpang angkutan darat. Pendapatan pengusaha disebut menurun, mereka pun menagih stimulus dari pemerintah untuk meringankan beban akibat pandemi.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus, Kurnia Lesani Adnan mengatakan pemerintah tidak boleh diam saja terhadap nasib pengusaha transportasi. Dia mengatakan sampai saat ini belum ada sentuhan yang mengena dari pemerintah.

"Pemerintah jangan diam dong. Kami transportasi darat belum dapat sentuhan yang mengena dari pemerintah. Totally. BLT pun nggak jelas," tegasnya, saat dihubungi detikcom, Jumat (25/6/2021).

Dia juga mengungkap penurunan penumpang terus terjadi, sejak Lebaran penurunannya mencapai 40% dan selama pandemi pendapatan telah melorot sebanyak 80%.

"Kami babakbelur, siapa yang nggak babak belur. Penurunannya (pendapatan) 80% selama pandemi. Kalau penumpang dari Lebaran kemarin hingga sekarang ya memang sudah turun 40%," terangnya.

Dia pun meminta ketegasan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan sektor transportasi juga. Selain itu, dia juga berharap pemerintah memberikan stimulus, yang juga didapat oleh sektor usaha lainnya.

"Kami minta ketegasan pemerintah, jangan hotel apa segala macem dapat stimulus kami tidak. Kami ini sektor yang tidak dapat apa apa loh. Saya nggak tahu, apa Kemenhub tidak meminta atau tidak fight untuk meminta hal itu kepada Kementerian terkait," katanya

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengatakan penurunan penumpang akibat PPKM Mikro ini akan menurunkan penumpang menjadi 10% saja dari sebelumnya disebut sudah menurun di angka 30%.

Dia meminta pemerintah untuk mengabulkan stimulus yang disebut telah diajukan kepada Kementerian Keuangan. Ateng mengungkap stimulus itu termasuk, meminta perpanjangan tenor pinjaman hingga subsidi uang dari pemerintah.

"Ini kami minta yang membebankan kami saja kok. Beberapa skenario dari pinjaman kami mendapat perpanjangan tenor, kemudian bunganya kami bisa dapat subsidi oleh pemerintah," tandanya.

Menurutnya stimulus itu tidak hanya membantu pengusaha transportasi saja, tetapi bisa menghidupi semua segmen usaha yang terikat dengan perusahaan.

(dna/dna)