Jadi Calon Dubes di AS, Begini Respons Rosan Roeslani

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 07:00 WIB
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani
Foto: Citra Nur Hasanah / 20detik: Rosan P Roeslani
Jakarta -

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani masuk dalam bursa calon duta besar (dubes). Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, beredar daftar 33 nama calon dubes yang bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada Juli nanti.

Nama-nama yang masuk daftar tersebut antara lain Rosan Roeslani hingga juru bicara presiden, Fadjroel Rachman. Rosan Roeslani calon dubes di Amerika Serikat (AS), sedangkan Fadajroel Rachma calon dubes di Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan

Menurut Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid surat presiden berkaitan dengan nama-nama calon dubes itu bersifat rahasia, tapi kabarnya nama-nama tersebut masuk dalam surat.

"Surat presiden sifatnya rahasia. Jadi saya tidak dapat buka. Namun demikian, memang kabarnya nama-nama di atas masuk," kata Meutya kepada wartawan Jumat (25/6/2021).

Lalu, bagaimana respons Rosan Roeslani menyikapi hal itu? Rosan pun tidak membantah informasi tersebut, namun dia memilih menahan diri memberi komentar.

"Mohon maaf saya belum boleh memberikan komentar terlebih dahulu," ujar Rosan kepada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Rosan Roeslani sebelumnya sudah disebut-sebut bakal dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi dubes di AS. Rosan menggantikan Muhammad Lutfi yang ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Perdagangan.

Di sisi lain, masa jabatan Rosan di Kadin pun sebenarnya sudah paripurna. Dikutip dari situs Kadin, pendiri Recapital Advisor ini menjabat Ketua Umum Kadin periode 2015-2020. Saat ini Kadin sedang menyiapkan musyarawah nasional mencari pengganti Rosan Roeslani. Dua calonnya adalah Anindya Novyan Bakrie dan Arsjad Rasjid.

Tak hanya berkecimpung di kalangan pengusaha, Rosan Roeslani juga sempat terjun ke ajang politik. Pada saat kampanye pilpres 2019-2024, Rosan Roeslani bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, bersama Ketua Umum HIPMI saat itu Bahlil Lahadalia yang kini menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM.

(hns/hns)