Ngerinya Pengidap COVID-19 yang Dikejar Waktu Cari Tabung Oksigen

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 16:00 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Toa55
Jakarta -

Permintaan tabung gas oksigen meningkat setelah lonjakan COVID-19 terjadi, imbasnya di pasaran tabung gas oksigen mengalami kelangkaan. Dengan kondisi tersebut, beberapa penyintas COVID-19 mengalami kesulitan dalam penanganan dan proses pemulihan.

Kepada detikcom, Caca (27) warga Bekasi menceritakan sulitnya mencari tabung gas oksigen untuk rekan kerjanya yang terdeteksi positif COVID-19. Saking sulitnya, mereka membagi tim untuk mencari tabung gas oksigen di Pasar Pramuka sebagai sentral alat kesehatan di Jakarta Timur dan di daerah Tangerang Selatan.

Namun, usaha yang dilakukan Caca hingga siang hari ini tak membuahkan hasil. "Rencananya masih mau cari lagi, nggak tahu mau cari ke mana karena ini kan udah pusat banget ya pusat alat-alat kesehatan. Di sini udah nggak ada ya masih berharap di apotek-apotek lain masih simpan," kata Caca saat ditemui di sekitar Pasar Pramuka Jakarta Timur, Sabtu (26/6/2021).

Dia mengatakan, awalnya bos di tempat kerjanya sempat mengalami gejala kemudian setelah menjalani tes PCR hasilnya positif. Selanjutnya, pengetesan pun dilanjutkan kepada seluruh karyawan.

"Sampai sekarang teman kita sekantor udah di PCR juga, beberapa ada yang positif juga. Kemarin bos ku sudah dapat penanganan dari tim medis tapi nggak di rawat di rumah sakit hanya isoman di rumahnya aja. Karena memang masih bisa untuk di rumah," sambungnya.

Namun setelah menjalani isolasi mandiri, pada pagi hari ini mulai timbul gejala lain seperti hilang penciuman dan pernafasan. Pihak dokter pun disebut menyarankan agar menggunakan alat bantuan pernafasan, sayangnya ketersediaan di rumah sakit minim.

"Nah karena ketersediaan oksigennya minim akhirnya kita bantu cari. Hari ini kayanya memang harus udah mulai di rawat di rumah sakit. Cuman udah coba nelpon ke berbagai rumah sakit yang penanganan covid ini memang mereka menolak harus ada rujukan dari puskesmas, sedangkan ini nggak ada rujukan dari puskesmas," ujarnya.

"Sekarang kondisinya udah ada sesak nafas makanya kita lagi cari mana rumah sakit yang bisa nerima. Karena sesak nafas dan oksigennya nggak ada," sambung Caca.

Dia mengatakan, sempat khawatir terpapar COVID-19 namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta asupan vitamin, dia yakin imunitas tubuhnya akan terbangun. "Kita nggak tega juga liat teman-teman kena. Jadi yang sehat berusaha buat bantu yang lain," katanya.

Menanggapi fenomena langkanya tabung gas oksigen ini, Caca berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi. "Seharusnya udah antisipasi dari bulan sebelum Ramadan itu, kayaknya ada lonjakan lagi. Lebih di perhatikan lagi untuk alat-alat kesehatannya juga," imbuhnya.

"Jadi kalo udah tahu dan bisa menganalisa, bisa persiapan pengadaan-pengadaan lagi. Kaya tahun lalu kan yang di inikan (langka) masker, masker udah mereda dan sekarang tabung oksigen, ya karena ada lonjakan tahun lebih tinggi dari tahun kemarin," pungkasnya.

(eds/eds)