PPKM Diperketat, Pengusaha Mal Khawatir Ekonomi Goyang

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 26 Jun 2021 17:54 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperketat oleh pemerintah. Kunjungan di restoran hingga pusat berlanja dibatasi hanya sampai jam 20.00 WIB.

Namun, menurut pengelola mal, hal itu akan memperburuk ekonomi. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengungkap pembatasan yang dilakukan pemerintah dapat dipastikan akan menyebabkan perekonomian kembali terpuruk.

"Dengan pembatasan ini maka sudah dapat dipastikan bahwa perekonomian akan kembali terpuruk dan oleh karenanya pemerintah harus dapat memastikan bahwa pembatasan kali ini benar - benar disertai dengan penegakan yang kuat," terangnya kepada detikcom, Sabtu (26/6/2021).

Dia juga mengatakan PPKM yang diperketat ini diprediksi bisa menurunkan tingkat pengunjung di pusat perbelanjaan hingga tersisa hanya 10%.

"Diperkirakan tingkat kunjungan akan turun cukup drastis sehingga hanya akan tersisa sekitar 10% saja," ungkapnya.

Mengingat PPKM dilakukan pemerintah untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Alphonzus pun mengatakan sejak awal pandemi pengusaha mal telah memperketat penerapan protokol kesehatan, baik dari pengelola pusat perbelanjaan dan juga para penyewa.

"Sejak awal pandemi terjadi Pusat Perbelanjaan telah dan selalu menunjukkan keseriusan serta komitmen yang kuat untuk terus menerus memberlakukan dan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten," ungkapnya.

Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya Alphonzus menerangkan pembatasan tidak efektif menekan jumlah kasus COVID-19 jika tidak disertai penegakan peraturan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten.

Dia pun meminta pemerintah harus bisa memastikan pengetatan PPKM disertai penegakan aturan yang kuat, yakni penerapan protokol kesehatan secara disiplin. Sehingga pengorbanan besar di bidang ekonomi tidak menjadi sia-sia.

(hns/hns)