Awas! Banyak Ulasan Palsu di Amazon dan Google

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Jun 2021 10:58 WIB
Logo Amazon (AFP Photo)
Foto: Logo Amazon (AFP Photo)
Jakarta -

Ulasan palsu yang ditemukan di Amazon dan Google menjadi sorotan. Regulator Inggris pun tengah menyelidiki dua perusahaan tersebut karena dianggap melanggar undang-undang perlindungan konsumen dalam melindungi pembeli dari ulasan palsu.

Dikutip dari CNN, Senin (28/6/2021) Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (Competition and Markets Authority/CMA) mengatakan penyelidikan yang resmi dilakukan sejak Mei lalu dilakukan untuk melindungi konsumen.

"Kekhawatiran kami adalah jutaan pembeli online dapat disesatkan dengan membaca ulasan palsu dan kemudian membelanjakan uang mereka berdasarkan rekomendasi tersebut. Tidak adil juga jika beberapa bisnis dapat memalsukan ulasan bintang 5 untuk memberikan produk atau layanan mereka yang paling menonjol, sementara bisnis yang taat hukum kalah," kepala eksekutif CMA Andrea Coscelli.

Menanggapi penyelidikan yang dilakukan regulator Inggris, Amazon dan Google mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan penyelidikan CMA.

Juru bicara Amazon mengatakan pihaknya akan berupaya mencegah ulasan palsu. Ia juga mengungkap Amazon telah mencegah 200 juta ulasan palsu yang dicurigai tahun lalu dilihat oleh pelanggan di seluruh dunia.

Sementara dari pihak Google mengaku telah memperketat pengawasan dan tindakan mulai dari penghapusan konten hingga menonaktifkan akun pengguna.

"Kebijakan ketat kami dengan jelas menyatakan ulasan harus didasarkan pada pengalaman nyata, dan ketika kami menemukan pelanggaran kebijakan, kami mengambil tindakan mulai dari menghapus konten yang kasar hingga menonaktifkan akun pengguna," kata juru bicara Google.

Penyelidikan ini menjadi yang terbaru dari sejumlah investigasi yang menyeret raksasa teknologi itu. Investigasi ini juga disebut dapat mengakibatkan denda yang besar dan meningkatkan tekanan perusahaan untuk mengubah cara mereka melakukan bisnis. Hal ini juga dapat mempengaruhi bisnis Facebook dan Apple sebagai raksasa teknologi besar di dunia.

Lihat juga video 'Amazon Hentikan Tes Ganja untuk Calon Karyawan':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)