Daftar Komisaris BUMN yang Jadi Kontroversi

Tim Detikcom - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 14:14 WIB
Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Foto: Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Jakarta -

Beberapa komisaris badan usaha milik negara (BUMN) tersandung masalah hingga menuai kontroversi publik. Jumlahnya pun tak hanya satu atau dua. Siapa saja mereka?

1. Kristia Budiyarto

Kontroversi Komisaris Independen PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto terkait dibatalkannya kegiatan kajian Ramadhan online yang diisi beberapa tokoh agama, termasuk Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat, KH Cholil Nafis. Dibatalkannya acara tersebut karena dianggap bermuatan radikal hingga berujung pemecatan kepada pegawai Pelni.

"Ini pelajaran sekaligus warning kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus," kata dia melalui akun Twitter-nya, @kangdede78.

Akhirnya Kang Dede pun mengklarifikasi pernyataannya dan meminta maaf kepada Cholil Nafis.

"Alhamdulillah saya bertemu dengan Kiai Cholil Nafis yang kemarin sempat ramai di sosial media yang saya tweet. Intinya bahwa pertama saya tabayun minta maaf sama Kiai Cholil Nafis, dan tidak dibatalkan, yang dibatalkan itu hanya yang ada di dalam flyer," kata Kang Dede, dalam video yang diunggah di akun Twitter resminya, @kangdede78, Minggu (11/4/2021). detikcom telah meminta izin mengutip pernyataannya.

Dede menjelaskan Pelni akan melakukan kerja sama dengan MUI terkait acara ceramah atau kajian di Pelni. Dengan kata lain, kajian keagamaan tetap jalan, tetapi yang dibatalkan hanya acara kemarin yang sempat terjadi kegaduhan.

"Artinya bukan radikalisme yang seperti selama ini disampaikan, dan Kiai Cholil juga tidak dibatalkan. Sekaligus saya meminta kepada beliau juga sebagai Ketua bidang Dakwah MUI untuk ceramah atau kajian kajian di PT Pelni nanti akan meminta bantuan kepada beliau," ungkap Dede.

2. Muradi

Komisaris BUMN berinisial Prof. M sempat heboh karena dituding telah menelantarkan anak. Akhirnya diketahui yang bersangkutan adalah Muradi. Hal itu diungkap oleh salah satu kuasa hukumnya, Rio Capella.

"Iya (Prof. M) Pak Muradi. Komisaris apa kalian cek saja sendiri," kata Rio dalam konferensi pers soal klarifikasi dugaan penelantaran anak di Tempat Makan Kunstkring, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021).

Muradi mengisi jabatan Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero). Saat dikonfirmasi, Waskita Karya tidak membantah bahwa Muradi yang dimaksud memang benar sebagai Komisaris Independen di BUMN konstruksi itu.

Pihaknya mengatakan bahwa kasus dugaan penelantaran anak yang sedang berlangsung tidak berkaitan dengan operasional perseroan.

"Dapat kami sampaikan bahwa permasalahan yang terjadi tidak terkait dengan kegiatan operasional perusahaan," kata Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum kepada detikcom, Selasa (6/4/2021).

Lihat juga Video: Heboh Abdee Jadi Komisaris, Ahmad Dhani Berkaca pada Henk Ngantung

[Gambas:Video 20detik]