Jokowi Ngaku Gemetar Saat Wisma Atlet Sempat Nyaris Penuh

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 15:43 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengaku pernah gemetar dan grogi dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda. Hal itu terjadi saat dirinya melakukan pengecekan bed occupancy ratio (BOR) alias keterisian RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Dia mengatakan tingkat keterisian rumah sakit secara nasional sudah cukup tinggi. Menurutnya, untuk menilai penuh atau tidaknya rumah sakit, dia akan berpatokan pada RS Darurat Wisma Atlet.

Dia mengatakan, setiap pukul 22.00 WIB atau 24.00 WIB, selalu meminta laporan BOR Wisma Atlet. Hingga suatu hari pada September 2020, Wisma Atlet nyaris penuh, dengan keterisian mencapai 92%. Pada saat itu Jokowi mengaku langsung gemetar dan grogi mendengar laporan tersebut.

"Saya yang jadi patokan itu Wisma Atlet, tiap jam 10 atau jam 12 malam, saya telepon Dokter Tugas atau Kolonel Arifin mengenai keterisian Wisma Atlet. Pernah September itu 92%, saya betul-betul gemetar dan grogi saat itu," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Munas Kadin VIII, Rabu (30/6/2021).

Jokowi membeberkan sejak saat itu BOR Wisma Atlet perlahan turun hingga menyentuh angka 15% pada sekitar Mei 2021.

"Begitu ada liburan hari ini, naik lagi 90%, saya omong apa adanya," ungkap Jokowi.

Sementara itu, secara nasional, di bulan Januari BOR mencapai 66%, lalu turun mencapai 28% di bulan Mei. Namun, tak butuh waktu lama, kini meroket lagi keterisian rumah sakit secara nasional mencapai 72%.

"Di Mei pertengahan, dari 66% turun 28%, kecil sekali sampai hampir keterisian rumah sakit itu jadi sangat kecil. Eh, tidak ada satu bulan, melompat jadi 72% hari ini secara nasional," papar Jokowi.

Jokowi juga menyoroti kasus aktif COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, kasus pernah turun secara signifikan sejak Januari hingga Mei 2021. Di bulan Januari akhir kasus COVID-19 mencapai 176 ribu, lalu turun terus hingga mencapai 87 ribu di bulan Mei.

Namun, begitu ada libur Lebaran plus masuknya varian baru Corona, kasus aktif di Indonesia menanjak lagi. Hingga kini mencapai 228 ribu kasus aktif.

"Begitu ada liburan, Lebaran kemarin, plus masuknya varian baru, hari ini kita naik melompat dua kali lipat lebih. Jadi 228 ribu. Inilah saya sampaikan, kita harus hati-hati, waspada, dan tidak lengah," papar Jokowi.



Simak Video "RSDC Wisma Atlet Rawat 188 Pasien Covid-19 yang Kembali dari Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)