Penjualan Hypermart cs Ngebut Gara-gara Nongol di Tokopedia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 17:41 WIB
Tokopedia
Foto: detikcom
Jakarta -

Penjualan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yakni pengelola pusat belanja dan grosir Hypermart meningkat pesat karena melalui patform online. Corporate Secretary MPPA Danny Kojongian mengungkapkan, penjualan online meningkat drastis, khususnya satu minggu terakhir yakni mencapai 8% dari total penjualan.

"Pada minggu terakhir Juni mencapai 10%. Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 5% atas penjualan online," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).

Penjualan online perseroan dilakukan melalui Tokopedia. Order perusahaan telah menembus 1.600 order dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, sempat menyentuh 1.900 order.

"Penjualan online melalui platform Tokopedia memberikan kinerja yang sangat baik, kami telah mencapai lebih dari 1.600 order penjualan dalam beberapa hari terakhir dengan tertinggi 1.900 order penjualan dalam satu hari,"ungkap Danny.

Untuk menggenjot penjualan di platform online, saat ini Hypermart dalam tahap integrasi untuk melakukan penjualan online melalui platform GoMart.

"Sudah ada 30 store yang terintegrasi. Kedepan akan ada sekitar 76 store kami yang akan terintegrasi dengan GoMart," ujarnya.

Sebagai informasi, Tokopedia sendiri baru saja melakukan merger dengan Gojek. Keduanya membentuk sebuah grup teknologi terbesar di Indonesia, yaitu GoTo.

Di sisi lain, Gojek saat ini juga merupakan salah satu pemegang saham MPPA. Hal itu terjadi sejak bulan April lalu, Gojek yang memiliki nama perusahaan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa membeli saham MPPA yang dilepas oleh PT Multipolar Tbk (MLPL), emiten Grup Lippo.

Pembelian dilakukan melalui entitas anak usaha Gojek, PT Pradipa Darpa Bangsa. Perusahaan itu membeli 4,76% saham MPPA atau setara dengan 358.530.900 lembar saham MPPA yang dilepas MLPL.

Sebanyak 99,996% saham PT Pradipa dipegang oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek. Sisanya, sebesar 0,004%, dipegang oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay.

(acd/dna)