Banyak Pengangguran karena Pandemi, Tapi Lowongan Ini Sepi Peminat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 10:40 WIB
lowongan kerja
Foto: shutterstock
Jakarta -

Sebuah permasalahan tengah dihadapi oleh peternakan ayam James Hook. Masalah tersebut tidak terkait dengan unggas, tapi berkaitan dengan soal pekerja.

Dikutip dari CNN, Kamis (1/7/2021), PD Hook tempat penetasan yang memasok sepertiga ayam yang dijual di Inggris seharusnya turut bangkit di saat ekonomi bangkit. Namun, perusahaan kekurangan sekitar 40 pekerja, dua kalilipat dari jumlah lowongan biasa.

Pada saat yang sama, terjadi kekurangan pekerja yang parah untuk pengemudi truk yang mengangkut unggas ke tempat pemotongan hinggan pengemasan. Kekurangan staf juga terjadi di pabrik pengolahan.

"Itu semua datang bersama-sama pada saat semua orang menginginkan lebih dari segalanya," kata Hook, direktur pelaksana perusahaan.

Masalah ini rupanya tidak hanya terjadi di PD Hook dan Inggris. Di seluruh dunia, maskapai, restoran dan hotel tidak dapat mengisi lowongan kerja yang terbuka. Hal ini menjadi kendala untuk memanfaatkan permintaan konsumen yang kembali bangkit.

Banyak pekerja yang pulang ketika pandemi melanda belum kembali ke galangan kapal, pabrik atau lokasi konstruksi, memukul produksi dan proyek yang terhenti.

Di Amerika Serikat, anggota parlemen dari Partai Republik telah menyalahkan tunjangan pengangguran yang meningkat sebagai pemicu masalah. Sementara ekonom yang berhaluan kiri mengusulkan solusi sederhana yakni bayar upah yang lebih tinggi.

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson didesak untuk merevisi aturan imigrasi pasca Brexit sehingga orang Eropa dapat mengisi lowongan. Sementara para pemimpin Singapura dan Australia berada di bawah tekanan untuk melonggarkan pembatasan perjalanan sehingga pekerja migran dapat kembali.

Pandemi virus Corona telah memberikan kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada ekonomi global. Hal itu membuat puluhan juta orang kehilangan pekerjaan, pasar kerja tidak akan pernah sama lagi.

Pekerja terlatih terjebak di tempat yang salah. Sementara yang lain telah pensiun dini, skeptis untuk kembali bekerja karena masalah kesehatan yang berkepanjangan, atau mengalami kesulitan mendapatkan penitipan anak.

Perekonomian yang muncul dari krisis juga terlihat berbeda dari yang sebelumnya. Permintaan lebih tinggi di beberapa sektor dan lebih rendah di sektor lain. Pekerja telah meninggalkan pekerjaan garis depan di beberapa industri, tidak akan terpengaruh oleh lockdown baru, atau menawarkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik.

Di Amerika Serikat, ada rekor 4 juta orang berhenti dari pekerjaan mereka pada bulan April termasuk 649.000 pekerja ritel. Survei EY baru-baru ini terhadap lebih dari 16.200 karyawan secara global menemukan bahwa lebih dari setengahnya akan mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka setelah pandemi jika mereka tidak ditawari fleksibilitas yang cukup di tempat dan waktu mereka bekerja.

"Ini adalah masa yang berubah-ubah," kata Erica Groshen, yang menjabat sebagai komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja AS dari 2013 hingga 2017.



Simak Video "Sri Mulyani Pamer Pengangguran RI Turun di Februari 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)