Deflasi Juni Pertama di 2021, Harga Tiket Pesawat hingga Rokok Penyebabnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 11:51 WIB
Ilustrasi Penerbangan, ilustrasi pesawat, pesawat terbang, ilutrasi perjalanan, pesawat
Foto: Getty Images/Maja Hitij
Jakarta -

Badan Pusat Statistik mencatatkan deflasi pada Juni sebesar 0,16%. Ini penopangnya.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, ada sejumlah komoditas dan kelompok pengeluaran yang menopang inflasi pada Juni ini. Inflasi Juni ini disebutkan adalah yang pertama sejak awal tahun 2021.

"Terdapat 4 dari 11 kelompok pengeluaran yg mengalami deflasi, yang pertama terjadi pada kelompok makanan dan minuman dan tembakau, di sana terjadi deflasi 0,71% dengan andil 0,18%," ujar Margo dalam konferensi pers, Kamis (1/7/2021).

Kemudian ditopang pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi sebesar 0,12% memberikan kontribusi 0,01%, transportasi deflasi 0,35% dengan andil 0,04%

"Yang terakhir yg mengalami deflasi adalah kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan di mana terjadi deflasi sebesar 0,01% dan relatif tidak memberikan andil kepada deflasi Juni 2021," ujarnya.

Dia merinci, beberapa komoditas yang menyebabkan deflasi Juni antara lain adalah kelompok makanan minuman di mana komoditas tembakau mengalami deflasi 0,71% dengan andil 0,18%.

"Penyebabnya adalah karena terjadinya penurunan harga untuk komoditas cabai, cabai merah. Penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit dan juga bawang merah," ujarnya.

Selanjutnya, kelompok transportasi pun mengalami deflasi yang cukup tinggi yaitu 0,35% dan andilnya cukup besar 0,04% .

"Pada kelompok penyebab terjadinya deflasi adalah karena terjadinya penurunan tarif angkutan udara juga terjadinya penurunan antar kota dan tarif angkutan kereta api," ujarnya.

Lihat juga Video: Ada Dugaan 'Ketok Harga' Pengadaan Pesawat, DPR Minta Garuda Diaudit

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)