MK Tolak Gugatan Buruh soal UU Ciptaker, Menaker Bilang Begini

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 14:23 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menerima gugatan UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang diajukan organisasi buruh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). Ida berharap seluruh pihak menghormati atas apa yang telah menjadi putusan MK.

"Alhamdulillah MK sudah menyatakan bahwa pemohon tidak memiliki kedudukan hukum sehingga permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7/2021).

"Sekarang saatnya kita menatap ke depan menyelesaikan pandemi COVID-19 dan membangun ketenagakerjaan lebih baik lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi menilai logis putusan dari MK dalam perkara 109 yang diajukan oleh pemohon (K) SBSI. Putusan MK tersebut telah menunjukkan ketelitian dan objektifitas MK dalam memeriksa status kedudukan hukum pemohon Uji Materiil UU Cipta Kerja, khususnya Klaster Ketenagakerjaan.

"Yang bertindak untuk dan atas nama organisasi ya memang seharusnya berpatokan pada AD/ART organisasi tersebut," ucapnya.

Diketahui, dalam Amar putusannya, Ketua MK Anwar Usman yang didampingi delapan hakim konstitusi lainnya menyatakan permohonan (KSBSI tidak dapat diterima. Alasannya, pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (persona standi in judicio) untuk mengajukan permohonan.

"Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima," kata Anwar Usman.

"Karenanya, Mahkamah tidak mempertimbangkan pokok permohonan," imbuh Hakim Konstitusi Suhartoyo saat membacakan pertimbangan hukum putusan.

Selain itu, MK dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan, Pemohon dalam permohonannya menerangkan selaku Badan Hukum Perkumpulan yang telah tercatat di Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Pusat dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Langsung klik halaman berikutnya.

Lihat Video: Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Khusus Jawa-Bali!

[Gambas:Video 20detik]