Anak Usaha Japfa Dukung Pengembangan UMKM Lokal di Danau Toba

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Kamis, 01 Jul 2021 15:08 WIB
Japfa
Foto: dok. Japfa
Jakarta -

Anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) yakni PT Suri Tani Pemuka (STP) meresmikan Program Pembinaan UMKM Toba Tilapia di halaman Kedai Kopi Bintang Rizki, Sumatera Utara. Salah satu program CSR STP ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung keberhasilan pengembangan UMKM dan pariwisata di kawasan Danau Toba.

Wakil Bupati Simalungun H. Zonny Waldi mengungkapkan dalam mewujudkan percepatan pengembangan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk dapat maju bersama secara beriringan.

"Saya mengapresiasi aksi nyata STP dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata Danau Toba, dan membantu serta mendampingi masyarakat lokal untuk dapat maju dan mampu menjadi pelaku utama kebangkitan pariwisata Danau Toba," ujarnya, Kamis (1/7/2021).

"STP tidak hanya melakukan pembangunan fisik, akan tetapi juga memberikan pendampingan untuk pengembangan kualitas SDM nya. Hal seperti inilah yang sangat kami harapkan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Danau Toba, untuk dapat memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk kesejahteraan masyarakat Danau Toba," imbuhnya saat peresmian.

Diketahui, Program Pembinaan UMKM Toba Tilapia merupakan program berkelanjutan yang terdiri dari rangkaian kegiatan, mulai dari peningkatan kualitas kebersihan kedai, pembinaan hingga pengawasan. Pembinaan yang dilakukan meliputi pelatihan mengenai higienitas untuk meningkatkan kebersihan lingkungan kedai serta kualitas kebersihan dari makanan dan minuman yang disajikan, hingga pendampingan dan pengawasan.

JapfaJapfa Foto: dok. Japfa

Menurut Deputy Head of Tilapia Operation STP, Imam Santoso dengan ditetapkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, perlu dukungan dan sinergi semua pihak agar target Danau Toba menjadi tujuan pariwisata kelas dunia dapat segera tercapai.

"Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membantu masyarakat kawasan Danau Toba agar dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam menyediakan makanan dan minuman yang higienis, yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan, baik domestik maupun dari manca negara, pada saat mereka berkunjung ke Danau Toba," jelasnya.

Saat ini, kata dia, STP memulai program di sekitar wilayah operasional perusahaan terlebih dahulu, yakni Simalungun dan dimulai dari kawasan Pelabuhan Tigaras dengan 3 kedai yang menjadi pilot project, yakni Kedai Kopi Bintang Rizki, Kedai Makan Sabila, dan Kedai Makan Sangga Boi. Selanjutnya STP akan memonitor dan mengevaluasi program ini untuk terus dikembangkan dan disempurnakan untuk pelaksanaan tahap berikutnya.

Imam menambahkan tiga UMKM ini diharapkanyya dapat menjadi awal dan contoh bagi UMKM yang akan dibina selanjutnya. Menurutnya, melalui pembinaan yang lakukan diharapkan pemilik UMKM dapat mengetahui bagaimana menyajikan makanan & minuman khas Danau Toba yang higienis, sehingga membuat wisatawan tidak ragu untuk menyantap makanan dan minuman di kedainya.

"STP telah menjadi bagian dari Danau Toba, dan terus berupaya untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat di sekitarnya. Melalui Program Pembinaan UMKM Toba Tilapia, kami membantu dan mendampingi masyarakat lokal untuk dapat menjadi pelaku utama dalam mewujudkan Danau Toba sebagai world class tourist destination," jelas Imam.

Sementara itu, salah satu Pemilik Kedai Bintang Rizki, Mak Nisa mengapresiasi program pengembangan UMKM ini. Dia berharap UMKM kuliner lokal yang ada di kawasan Danau Toba dapat terbantu dengan ada berbagai program pariwisata tersebut.

"Kedai kami yang sudah berdiri lebih dari tujuh tahun ini, kini sudah lebih layak dan nyaman bagi para pengunjung. Kami juga mendapat pembinaan agar dapat meningkatkan kebersihan di kedai kami. Melalui program UMKM Binaan Toba Tilapia, kami berharap UMKM kuliner lokal seperti kami dapat menjadi bagian dan ikut menikmati keberhasilan program pengembangan pariwisata Danau Toba," pungkas Mak Nisa.

(prf/hns)